Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Alasan MBG: Indonesia Siap Datangkan 100 Ribu Sapi Brasil dan Bangun Megaproyek Rp2,4 Triliun

Redaksi Prokal • 2026-03-06 08:45:00

ilustrasi sapi.
ilustrasi sapi.

JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian (Kementan) tancap gas memperkuat benteng ketahanan pangan nasional. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 50.000 hingga 100.000 ekor sapi asal Brasil dijadwalkan bakal mendarat di tanah air guna menjamin ketersediaan daging dan susu secara berkelanjutan.

Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa langkah impor ini merupakan bagian dari skenario besar untuk menggenjot produksi protein hewani dalam negeri. "Rencananya 50.000 sampai 100.000 ekor. Langkah ini diambil untuk meningkatkan produksi daging nasional sekaligus memperkuat pasokan lokal," ujar Amran saat meninjau Gudang Perum BULOG Kanwil DKI Jakarta & Banten, Rabu (4/3/2026).

Bukan sekadar impor, pemerintah juga telah menyiapkan "rumah" baru bagi puluhan ribu sapi tersebut. Dua megaproyek peternakan skala besar akan dibangun di Probolinggo, Jawa Timur dan Indramayu, Jawa Barat. Proyek prestisius ini akan didanai oleh Badan Pengelolaan Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara).

Investasi yang dikucurkan pun fantastis. Satu titik peternakan diperkirakan menelan biaya hingga Rp2,4 triliun dengan kapasitas tampung mencapai 67.000 ekor sapi. "Fokus pembangunan tahap awal akan diarahkan pada produksi susu atau sapi perah. Ini menjadi langkah strategis untuk mendukung program unggulan pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG)," tegas Amran.

Sinergi ketahanan pangan ini dirancang secara komprehensif. Selain sapi, pemerintah juga berencana membangun pabrik pakan hingga peternakan ayam untuk produksi day old chick (DOC). Targetnya, pabrik pakan ayam akan tersebar di 30 titik secara bertahap, dengan rincian 12 titik pada tahap pertama dan 18 titik pada tahap kedua.

Langkah dari hulu ke hilir ini diharapkan tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat melalui program MBG, tetapi juga efektif menekan fluktuasi harga pangan di pasar. Dengan infrastruktur yang kuat di Jawa Timur dan Jawa Barat, Indonesia optimistis mampu menciptakan kedaulatan pangan yang lebih mandiri di masa depan. (jpg)

Editor : Indra Zakaria