Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Minyak Dunia Bergejolak Akibat Perang, Pemerintah Jamin Harga BBM Subsidi Tak Naik Jelang Lebaran

Redaksi Prokal • 2026-03-07 03:31:31

Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia
Juru Bicara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Dwi Anggia

JAKARTA – Di tengah eskalasi konflik Timur Tengah yang kian memanas antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan sinyal tenang bagi masyarakat. Pemerintah menjamin harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, seperti Pertalite, tidak akan mengalami kenaikan meski harga minyak mentah dunia tengah melonjak tajam.

Kepastian ini disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, guna meredam kekhawatiran publik menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. "Perlu kami sampaikan agar masyarakat tetap tenang, karena pemerintah memastikan ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan energi, terutama jelang Idulfitri," ujar Anggia saat dihubungi dari Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Lonjakan harga minyak dunia saat ini memang cukup signifikan akibat kekhawatiran gangguan pasokan global. Harga minyak jenis Brent terpantau naik 4,93 persen ke level 85,41 dolar AS per barel, sementara US WTI melonjak tajam 8,51 persen ke angka 81,01 dolar AS per barel. Angka ini jauh melampaui rata-rata harga pada Januari 2026 yang hanya berkisar di angka 64 dolar AS (Brent) dan 57,87 dolar AS (WTI).

Kendati tekanan pasar global begitu kuat, Anggia menegaskan bahwa Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah berkomitmen menjaga keterjangkauan harga di tingkat domestik. Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan aksi borong (panic buying) yang justru dapat memicu kelangkaan di lapangan. "Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan penimbunan yang nantinya justru bisa menyebabkan kelangkaan," tambahnya.

Senada dengan pusat, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) juga memastikan ketahanan stok energi di daerah, termasuk wilayah Aceh. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, mulai dari build up stock hingga penguatan sarana distribusi.

"Langkah tersebut dilakukan agar penyaluran energi kepada masyarakat dapat berjalan lancar, aman, dan terukur," jelas Fahrougi. Dengan penguatan fasilitas distribusi ini, Pertamina optimistis kebutuhan BBM dan LPG masyarakat akan terpenuhi dengan aman hingga puncak perayaan Idulfitri mendatang.(*)

Editor : Indra Zakaria