Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Sajikan 1.447 Porsi, Pecahkan Rekor MURI, Buktikan Masak Opor Ayam dalam Jumlah Banyak saat Lebaran Bisa Lebih Praktis 

Redaksi • 2026-03-13 14:07:44

PECAH: Sasa Santan menggelar Sasa OPORasi Lebaran Food Festival di Q-Big BSD City, Tangerang, Banten, Minggu, 8 Maret 2026.
PECAH: Sasa Santan menggelar Sasa OPORasi Lebaran Food Festival di Q-Big BSD City, Tangerang, Banten, Minggu, 8 Maret 2026.

PROKAL.CO, TANGERANG-Sasa Santan menggelar Sasa OPORasi Lebaran Food Festival di Q-Big BSD City, Tangerang, Banten, Minggu (8/3/2026). Ajang ini adalah momentum Sasa Santan menjaga relevansi tradisi opor ayam tiap Lebaran.

Event ini dihadiri ribuan pengunjung yang terdiri dari peserta memasak, berbagai komunitas hingga masyarakat umum. Melalui acara ini, Sasa Santan mencatat sejarah memecahkan Rekor MURI lewat memasak 1.447 porsi opor ayam dalam satu rangkaian kegiatan di satu lokasi.

Angka 1.447 ini dipilih secara khusus sebagai wujud simbolis perayaan menyambut Idulfitri 1447 Hijrah.

Menjelang waktu berbuka, suasana di area festival semakin ramai oleh warga dan komunitas yang datang untuk menikmati kebersamaan.

Dalam kesempatan ini, sebanyak 1.447 porsi opor ayam dibagikan sebagai sajian buka puasa dan disantap bersama, menghadirkan kehangatan yang identik dengan momen Lebaran.

“Bagi kami, 1.447 porsi opor ini bukan sekadar angka pencapaian rekor, tetapi cara sederhana untuk merayakan kebersamaan,” kata Nanda Rahmanu, Marketing Manager, PT Sasa Inti.

“Kami ingin siapa pun yang hadir bisa merasakan hangatnya momen berbuka puasa bersama, sekaligus membawa pulang inspirasi untuk menghadirkan opor yang gurih dan nikmat dengan Sasa Santan, sebagai hidangan yang selalu dinanti saat Lebaran,” sambung Nanda.

Ditambahkan, menyadari pentingnya tradisi menyantap opor pada momen Lebaran, melalui acara Sasa OPORasi Lebaran Food Festival, Sasa Santan hadir dan membuktikan bahwa menyajikan opor dalam jumlah besar sekalipun tetap bisa dilakukan dengan praktis. Kualitas rasanya dipastikan selalu konsisten, gurih, dan creamy.

“Harapannya, para ibu bisa lebih percaya diri menghidangkan menu andalan ini, sehingga momen silaturahmi bersama keluarga dan tamu terasa semakin hangat,” katanya.

Selain memecahkan rekor, Sasa Santan juga menegaskan kualitas produknya melalui rangkaian aktivitas di Dapur OPORasi Lebaran dan sesi Uji Tidak Mudah Pecah. 

Pada sesi ini, peserta menyaksikan langsung kualitas Sasa Santan yang mempertahankan kekentalannya dan meresap sempurna ke dalam masakan tanpa menggumpal atau pecah meski telah melalui proses pemanasan dalam durasi panjang.

Festival ini dirangkai dengan Kajian Ramadan bertema “Keutamaan Idulfitri” bersama Ustadz Subki Al-Bughury, serta pasangan selebritas Inul Daratista dan Adam Suseno.

Perpaduan pesan keagamaan, hiburan, dan kuliner menghadirkan momen kebersamaan yang semakin bermakna di bulan suci. Melalui OPORasi Lebaran Food Festival, momen persiapan Lebaran diharapkan bisa terasa lebih ringan dan menyenangkan, khususnya bagi para ibu.

Nanda mengatakan, memasak opor tak lagi identik dengan kerepotan di dapur, melainkan menjadi proses yang lebih praktis dengan hasil yang tetap lezat dan konsisten.

Dengan begitu, lebih banyak waktu dan energi bisa dicurahkan untuk menikmati kebersamaan, menyambut tamu, dan merayakan hari raya dengan penuh kehangatan. (*) 

Editor : Faroq Zamzami
#tangerang #opor ayam #sasa santan #rekor muri