Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tekan Konsumsi BBM, Pemerintah Godok Skema WFH Satu Hari Sepekan untuk Sektor Tertentu

Redaksi Prokal • Minggu, 22 Maret 2026 - 13:30 WIB

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi.

JAKARTA – Gejolak konflik di Timur Tengah yang memicu ketidakpastian harga minyak dunia direspons cepat oleh pemerintah. Sebuah strategi efisiensi energi tengah disiapkan, yakni penerapan kebijakan Work From Home (WFH) atau bekerja dari rumah sebanyak satu hari dalam seminggu bagi para pekerja di sektor tertentu.

Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai upaya antisipatif untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) nasional di tengah krisis global yang membayangi.

Meski wacana ini mulai bergulir, Prasetyo meminta masyarakat untuk tidak salah paham. Kebijakan ini tidak akan dipukul rata ke seluruh bidang pekerjaan, terutama yang bersentuhan langsung dengan denyut nadi ekonomi dan pelayanan publik.

“Perlu saya luruskan, kebijakan ini hanya untuk sektor tertentu. Jadi jangan disalahpahami, sektor pelayanan, industri, dan perdagangan kemungkinan tidak termasuk,” ujar Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Sabtu (21/3/2026).

Menurutnya, pemerintah saat ini masih mematangkan skema teknis agar kebijakan ini efektif menekan penggunaan energi tanpa mengganggu produktivitas nasional. Salah satu opsi terkuat adalah menetapkan satu hari WFH dalam sepekan. “Dalam waktu dekat akan kita finalkan dan sampaikan ke masyarakat,” imbuhnya.

Stok BBM Nasional Diklaim Aman

Prasetyo juga menepis kekhawatiran masyarakat mengenai kemungkinan adanya kelangkaan energi di dalam negeri. Ia menjamin bahwa stok BBM nasional saat ini masih dalam kondisi yang sangat aman.

Kebijakan WFH ini murni merupakan langkah korektif untuk menciptakan budaya efisiensi energi, bukan respons terhadap gangguan pasokan.

“Pasokan BBM aman. Ini lebih kepada upaya kita untuk mengoreksi dan mengefisienkan penggunaan energi,” jelas Mensesneg dengan lugas. Langkah preventif ini diambil sebagai benteng pertahanan menghadapi dinamika global. Dengan mengurangi mobilitas harian masyarakat melalui skema kerja dari rumah, pemerintah berharap beban subsidi BBM dapat ditekan, mengingat harga minyak dunia yang rentan melonjak akibat ketegangan geopolitik.

Melalui skema ini, diharapkan konsumsi BBM harian dapat berkurang secara signifikan tanpa harus menghentikan roda aktivitas ekonomi utama di tanah air.(*)

Editor : Indra Zakaria