JAKARTA – Jagat media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan beredarnya tangkapan layar yang memproyeksikan kenaikan drastis harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 April 2026. Kabar tersebut menyebutkan bahwa harga Pertamax (RON 92) akan melonjak tajam menjadi Rp17.850 per liter, naik signifikan dari harga sebelumnya yang berada di level Rp12.300 per liter.
Menanggapi kegaduhan tersebut, pihak Pertamina melalui Vice President Corporate Communication, Muhammad Baron, dengan tegas menyatakan bahwa informasi yang beredar tersebut tidak dapat dipertanggungjawabkan. Menurutnya, hingga Senin (30/3/2026), belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan harga BBM untuk periode April mendatang.
"Hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026. Proyeksi kenaikan harga yang beredar di media sosial tidak berasal dari saluran resmi kami," ujar Baron saat dikonfirmasi di Jakarta.
Informasi tidak resmi yang viral tersebut mengeklaim bahwa kenaikan harga dipicu oleh gejolak krisis minyak dunia akibat konflik Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Dalam narasi yang beredar, lonjakan harga indeks pasar (HIP) BBM naik sebesar 62,44 persen, ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang kini berada di kisaran Rp16.877.
Tidak hanya Pertamax, proyeksi liar tersebut juga mencantumkan kenaikan produk lain seperti Pertamax Green 95 menjadi Rp19.150 dan Pertamina Dex yang disebut akan menyentuh angka Rp23.950 per liter.
Baron mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh data yang belum tervalidasi. Ia menyarankan agar warga selalu merujuk pada saluran komunikasi resmi perusahaan di laman www.pertamina.com untuk mendapatkan informasi harga yang akurat. Pertamina juga senantiasa mendukung imbauan pemerintah agar masyarakat mulai menggunakan energi secara lebih bijak di tengah situasi global yang dinamis.
Sementara itu, dari sisi regulasi, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bersama Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tengah berupaya keras agar harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Biosolar tetap stabil. Pemerintah berkomitmen menjaga daya beli masyarakat agar tidak terdampak langsung oleh krisis energi global.
Hingga pekan terakhir Maret 2026, harga BBM di SPBU Pertamina wilayah Jakarta terpantau masih stabil. Harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter, Solar subsidi Rp6.800 per liter, dan Pertamax masih dibanderol Rp12.300 per liter. Masyarakat diharapkan tetap mengikuti perkembangan melalui rilis resmi yang biasanya diperbarui setiap awal bulan. (*)
Editor : Indra Zakaria