Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

KDM Minta Maaf ke Stakeholder Kalbar, Ada Apa? Ternyata Ini Duduk Perkaranya!

Redaksi Prokal • Minggu, 12 April 2026 - 06:40 WIB
 Krisantus Kurniawan (kiri) dan Dedi Mulyadi.
Krisantus Kurniawan (kiri) dan Dedi Mulyadi.

PONTIANAK – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, akhirnya memberikan respons resmi terkait tantangan terbuka yang dilontarkan Wakil Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Krisantus Kurniawan. Melalui pernyataan di akun media sosial resminya pada Sabtu (11/4), pria yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu memilih untuk menyampaikan permohonan maaf dan memberikan klarifikasi.

Persoalan ini bermula dari komentar warganet yang membandingkan kemajuan infrastruktur di Jawa Barat dengan Kalimantan Barat, yang kemudian memicu reaksi keras dari pihak Pemerintah Provinsi Kalbar.

Dedi Mulyadi menegaskan bahwa setiap program pembangunan, gagasan, dan inovasi yang ia jalankan selama ini semata-mata ditujukan untuk mengoptimalkan potensi yang ada di Jawa Barat. Ia menyatakan tidak pernah terlintas keinginan untuk memposisikan capaian daerahnya sebagai tolok ukur bagi provinsi lain.

Baca Juga: Tanggapi Netizen Soal Perbandingan Jabar-Kalbar, Wagub Krisantus: Kalau Bisa Bangun Kalbar dengan Rp6 Triliun, Saya Cium Lututnya

”Terima kasih atas doa yang tercurah dan untuk seluruh stakeholder di Provinsi Kalimantan Barat, kami mohon maaf, karena selama ini kami hanya memaksimalkan potensi pembangunan yang ada di daerah kami tanpa maksud memperbandingkan,” tulis Dedi Mulyadi.

Ia menambahkan bahwa seluruh langkah yang diambil merupakan bentuk kontribusi pemikiran dalam kapasitasnya sebagai kepala daerah. Ia memahami bahwa setiap wilayah di Indonesia memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda-beda.

Menanggapi tantangan spesifik dari Wagub Krisantus, Dedi mengaku sangat memahami kompleksitas geografis dan finansial yang dihadapi oleh Kalimantan Barat. Luas wilayah Kalbar yang mencapai tiga kali lipat Jawa Barat namun dengan keterbatasan anggaran menjadi poin yang ia soroti.

”Buat Bapak Wagub Kalbar, saya mengucapkan terima kasih atas tantangannya. Mohon maaf, saya selama ini melaksanakan kegiatan pembangunan di Jawa Barat tidak ada maksud untuk diperbandingkan dengan daerah lain. Kami juga memahami setiap daerah punya tantangannya sendiri-sendiri dan persoalan fiskal,” ucapnya.

Dedi juga menyampaikan empatinya terhadap daerah yang memiliki beban pembangunan luas namun kemampuan fiskalnya terbatas. ”Kami juga memahami betapa beratnya daerah-daerah dengan luas yang seluas Kalbar, saya juga mohon maaf apabila yang dilakukan di Jawa Barat menyinggung daerah lain,” ujarnya.

Awal Mula Tantangan

Sebelumnya, Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan sempat menjadi sorotan setelah merespons usulan warganet yang menyarankan agar Dedi Mulyadi mencoba memimpin Kalbar. Krisantus menekankan bahwa Kalbar memiliki luas 171 ribu kilometer persegi dengan APBD hanya sekitar Rp6 triliun, sangat timpang jika dibandingkan dengan Jawa Barat.

“Kalau bahasa Jawa, ojo dibanding-bandingke. Kalimantan Barat tidak bisa dibandingkan dengan Jawa Barat. Semakin luas wilayah, semakin besar pula beban biaya pembangunan. Itu yang harus dipahami,” tegas Krisantus sebelumnya.

Bahkan, Krisantus sempat menantang secara terbuka terkait kemampuan pengelolaan anggaran tersebut. “Ayo bertukar, saya mau lihat kalau dengan anggaran Rp6 triliun bisa membangun Kalbar. Kalau bisa, saya cium lututnya,” pungkas Krisantus saat itu. Dengan adanya klarifikasi dari Dedi Mulyadi ini, diharapkan ketegangan antar-daerah di media sosial dapat mereda dan fokus kembali pada kolaborasi pembangunan antar-provinsi. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kalbar #dedi mulyadi #KDM