Dunia maya kembali diguncang oleh pernyataan kontroversial tokoh senior, Amien Rais. Ketua Majelis Syura Partai Ummat tersebut memicu polemik luas setelah mengunggah sebuah video yang menyoroti kedekatan antara Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya. Dalam unggahan tersebut, Amien secara gamblang menyebut bahwa relasi antara keduanya telah melampaui batas profesionalisme, sebuah pernyataan yang langsung memantik reaksi keras dari pihak istana.
Video berdurasi delapan menit yang diunggah di kanal YouTube pribadi Amien Rais pada Kamis (30/4) itu sempat menjadi perbincangan hangat sebelum akhirnya menghilang secara misterius pada Sabtu (2/5) pagi. Meski konten tersebut sudah tidak dapat diakses, dampaknya telah menimbulkan kegaduhan politik yang membuat pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) turun tangan memberikan klarifikasi tegas.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, secara resmi melabeli pernyataan Amien Rais tersebut sebagai hoaks. Meutya menegaskan bahwa narasi yang dibangun dalam video tersebut adalah bentuk fitnah dan ujaran kebencian yang menyerang personal kepala negara tanpa dasar fakta yang jelas. Pemerintah menilai tindakan ini bukan sekadar kritik, melainkan upaya provokasi yang sengaja dirancang untuk merendahkan martabat pimpinan tertinggi negara di mata publik.
"Narasi tersebut tidak memiliki dasar fakta serta menjadi bagian dari upaya provokasi untuk menciptakan kegaduhan publik," ujar Meutya dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam terhadap penyebaran informasi yang dianggap merusak stabilitas nasional tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, pemerintah berencana mengambil tindakan hukum tegas terhadap pihak-pihak yang terlibat, baik dalam pembuatan maupun penyebaran video tersebut. Meutya mengingatkan bahwa tindakan tersebut dapat dijerat dengan ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), yang memberikan konsekuensi hukum serius bagi penyebar konten fitnah dan hoaks di ruang digital. (*)
Editor : Indra Zakaria