JAKARTA — Megaskandal korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyeret tiga mantan petinggi Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru yang penuh drama. Hanya berselang beberapa jam setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung), mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya, mengejutkan jagat maya dengan mengunggah sebuah surat tulisan tangan misterius bernada satir di akun Instagram pribadinya.
Surat yang diunggah oleh akun @sonysonjayabd pada Rabu (3/6/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB itu ditujukan langsung kepada Nanik S Deyang, sosok yang baru saja ditunjuk Presiden Prabowo Subianto untuk menggantikan posisi pimpinan BGN yang kosong. Waktu pengunggahan lembaran kertas bertanda tangan asli tersebut langsung memicu kehebohan netizen, mengingat Sony baru saja resmi menyandang status tersangka korupsi yang diduga merugikan negara miliaran rupiah per hari.
Dalam surat singkat tersebut, purnawirawan jenderal bintang dua itu menuliskan kalimat multitafsir yang kental dengan nuansa sindiran halus. Sony menulis ucapan selamat atas jabatan baru Nanik sebagai Kepala BGN, sembari menyisipkan kalimat terima kasih atas "hadiah indah" yang telah diberikan kepadanya.
Tak hanya mengunggah foto lembaran kertas yang getir tersebut, Sony juga melengkapinya dengan takarir (caption) panjang yang berisi doa-doa formal agar Nanik diberikan kesehatan, kekuatan, dan kemudahan dalam mengemban amanah baru di BGN. Kontras antara isi surat yang penuh teka-teki dan takarir yang tampak suportif ini langsung diserbu ribuan netizen yang menganggap coretan tangan Sony terlampau satir untuk diterima akal sehat.
Drama surat ini bergulir tepat setelah pemerintah melakukan perombakan kilat di pucuk pimpinan BGN akibat aksi tegas korps adhyaksa. Kejagung resmi menahan trio penguasa lama BGN, yakni Dadan Hindayana, Lodewyk Pusung, dan Sony Sonjaya. Demi mengamankan keberlangsungan program strategis nasional yang menyangkut hajat hidup anak sekolah ini, Nanik S Deyang langsung dilantik sebagai Kepala BGN yang baru, didampingi oleh Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN.
Penyidikan mendalam dari Jampidsus Kejagung sendiri membongkar borok luar biasa yang dilakukan komplotan Sony cs sejak awal program ini bergulir. Mereka diduga kuat menyusupkan jaringan yayasan "siluman" untuk merebut paksa jatah pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang seharusnya dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah. Berbekal atensi khusus dari para tersangka, yayasan-yayasan abal-abal yang tidak memenuhi syarat kepatuhan gizi tersebut otomatis diloloskan lewat proses verifikasi kilat pada sistem portal mitra BGN.
Manipulasi sistem ini membuat yayasan terafiliasi milik para tersangka sukses menyedot dana insentif segar hingga miliaran rupiah setiap harinya dari total anggaran MBG yang melonjak drastis hingga Rp 268 triliun pada tahun 2026. Keserakahan mereka kian benderang setelah penyidik menemukan adanya penggelembungan dana (mark-up) besar-besaran untuk pengadaan barang mewah non-gizi yang tidak ada kaitannya dengan piring makan anak sekolah, mulai dari puluhan ribu unit motor listrik, sepatu, gawai tablet, hingga ribuan unit televisi berukuran 75 inci. Kini, di tengah proses hukum yang menjeratnya, surat tulisan tangan Sony seolah menjadi lembaran sinisme terakhir dari balik jeruji besi. (*)
Editor : Indra Zakaria