Penghargaan tersebut diserahkan dalam Silaturahmi dan Pemberian Penghargaan PWRI kepada Menteri Pertanian RI yang digelar di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Acara tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Pertanian, para purnabakti Kementerian Pertanian, serta tokoh-tokoh senior yang telah menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pertanian Indonesia.
Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PB PWRI), Mulia P Nasution, mengatakan Penghargaan Wredatama Nugraha Utama diberikan karena Kementerian Pertanian di bawah kepemimpinan Mentan Amran karena berhasil mempercepat pencapaian swasembada pangan, jauh lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
Menurutnya, berbagai kebijakan yang ditempuh Kementerian Pertanian telah memberikan dampak nyata bagi sektor pertanian nasional, mulai dari peningkatan produksi pangan, kenaikan harga pembelian pemerintah (HPP) gabah kering panen (GKP) menjadi Rp 6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk bersubsidi, stok cadangan beras pemerintah yang telah menembus lebih dari 5 juta ton, capaian tertinggi sepanjang sejarah, hingga meningkatnya kesejahteraan petani.
"Penghargaan Wredatama Nugraha Utama ini kami berikan sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Menteri Pertanian beserta seluruh jajaran yang mampu mempercepat terwujudnya swasembada pangan. Berbagai kebijakan yang diambil juga terbukti berpihak kepada petani dan memberikan hasil nyata bagi sektor pertanian Indonesia," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mentan Amran menyampaikan rasa syukur sekaligus penghormatan atas Penghargaan Wredatama Nugraha Utama yang diberikan oleh para senior pertanian.
Menurutnya, penghargaan tersebut memiliki makna yang sangat istimewa karena berasal dari insan-insan yang telah meletakkan fondasi pembangunan pertanian Indonesia.
"Penghargaan ini sangat berarti bagi kami. Tidak mudah seorang senior memberikan penghargaan kepada juniornya. Bapak-Ibu sekalianlah yang membangun fondasi pertanian Indonesia. Kami hanya melanjutkan, menyempurnakan, dan mempercepat apa yang telah dirintis oleh para senior," ujar Mentan Amran.
Dia menegaskan, berbagai capaian sektor pertanian saat ini merupakan hasil kerja bersama lintas generasi.
Baca Juga: Pemkot Samarinda Siapkan Strategi Dongkrak Kunjungan ke Pasar Pagi
Menurutnya, keberhasilan meningkatkan produksi pangan, memperkuat cadangan beras nasional, hingga meningkatnya kepercayaan dunia terhadap sektor pertanian Indonesia tidak terlepas dari fondasi yang telah dibangun oleh para pendahulu.
"Banyak negara kini datang ke Indonesia untuk belajar tentang transformasi pertanian kita. Semua itu bukan karena saya semata, tetapi karena fondasi yang telah dibangun para senior. Kami hanya melanjutkan perjuangan tersebut," ujarnya.
Mentan Amran menambahkan, capaian pertanian Indonesia juga mendapat pengakuan dunia.
Berdasarkan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), produksi pangan Indonesia pada 2026 diperkirakan mencapai sekitar 38 juta ton.
Pemerintah pun terus memperkuat berbagai program strategis, mulai dari peningkatan produksi, pembangunan gudang modern, optimalisasi lahan, hilirisasi komoditas pertanian, hingga penguatan kesejahteraan petani sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia yang semakin mandiri pangan.
Lebih lanjut, Mentan Amran menegaskan bahwa keberhasilan sektor pertanian merupakan hasil kerja kolektif seluruh insan pertanian lintas generasi.
Karena itu, ia mengajak seluruh jajaran Kementerian Pertanian untuk terus menjaga semangat kolaborasi sekaligus menghormati para senior yang telah mengabdikan hidupnya bagi pembangunan pertanian Indonesia.
"Kalau ada keberhasilan hari ini, bapak-ibu semua memiliki bagian di dalamnya. Ini menjadi amal jariyah bagi para senior yang telah mengabdikan diri untuk pertanian Indonesia. Tetapi kalau masih ada kekurangan, itu menjadi tanggung jawab kami untuk terus memperbaikinya," tegas Mentan Amran.
Baca Juga: Classy Ride and Chill Jadi Wadah Pecinta Yamaha Fazzio- Filano Ramaikan Samarinda dan Bontang
Dia juga menegaskan komitmennya untuk terus menjaga silaturahmi dengan keluarga besar purnabakti Kementerian Pertanian.
Menurutnya, pengalaman, dedikasi, dan nasihat para senior merupakan modal penting dalam menjaga keberlanjutan pembangunan sektor pertanian menuju Indonesia yang berdaulat pangan dan menjadi lumbung pangan dunia. (*)
Editor : Faroq Zamzami