Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Operasi Senyap TNI di Yahukimo: Lapter Balinggama Direbut dari TPNPB-OPM, Jenazah Pilot AS yang Dibunuh Berhasil Dievakuasi

Redaksi Prokal • Jumat, 3 Juli 2026 | 10:58 WIB
Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air dari Lapter Balinggama, Yahukimo, pada Jumat (3/7). (Koops TNI Habema)
Koops TNI Habema mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air dari Lapter Balinggama, Yahukimo, pada Jumat (3/7). (Koops TNI Habema)

PROKAL.CO- Teka-teki mengenai nasib pilot pesawat perintis milik PT Associated Mission Aviation (AMA) yang diserang di pedalaman Papua akhirnya terjawab. Melalui operasi militer taktis yang bergerak cepat, Koops TNI Habema memastikan telah berhasil mengevakuasi jenazah Nicholas F. Gosselin, pilot berkebangsaan Amerika Serikat (AS), pada Jumat (3/7/2026) pagi WIT.

Sebelum proses evakuasi dilakukan, situasi di lokasi sempat mencekam karena Lapangan Terbang (Lapter) Balinggama, Distrik Soboham, Kabupaten Yahukimo, sempat dikuasai oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pasukan elite TNI harus melakukan perebutan kilat demi mengamankan jalur evakuasi udara.

Serbuan Kilat 10 Prajurit dan 2 Helikopter Caracal

Wakil Panglima Koops TNI Habema, Brigjen TNI Riyanto, membeberkan bahwa keberhasilan evakuasi di medan ekstrem ini merupakan buah dari perencanaan yang matang dan terukur melalui operasi khusus perebutan cepat serta SAR taktis. ”Melalui operasi khusus perebutan cepat dan SAR taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional,” kata Riyanto dalam keterangan resmi yang diterima oleh awak media.

Operasi berisiko tinggi di kawasan pegunungan tersebut dieksekusi oleh 10 prajurit pilihan dari Koops TNI Habema. Skuad kecil ini bergerak dengan dukungan penuh dua unit Helikopter Caracal, memungkinkan mereka bergerak cepat dan taktis di wilayah udara Yahukimo.

Sembari melakukan evakuasi, tim di lapangan juga menyisir wilayah sekitar untuk memburu kelompok bersenjata yang bertanggung jawab atas penembakan dan pembakaran pesawat dengan nomor registrasi PK-RCY tersebut.

”Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku,” tambah Riyanto.

Kodam Cenderawasih Pastikan 7 Penumpang Selamat

Kontras dengan nasib sang pilot yang gugur dalam tugas, keajaiban berpihak pada para penumpang. Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, memastikan bahwa seluruh penumpang yang berjumlah tujuh orang berhasil selamat dari serangan maut tersebut.

Kolonel Tri menjelaskan, insiden mengerikan itu terjadi sesaat setelah pesawat yang berangkat dari Bandara Wamena itu mendarat di landasan pacu Lapter Balinggama pada Kamis (2/7/2026). Anggota OPM atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) langsung merangsek maju dan membakar armada burung besi tersebut.

“Berdasarkan informasi awal, pesawat tersebut diduga dibakar oleh kelompok Organisasi Papua Merdeka setelah mendarat di lokasi,” terang Tri kepada awak media. Laporan pertama mengenai aksi teror ini didapatkan dari Manajer PT AMA, Mario, yang langsung meneruskan informasi darurat tersebut kepada PPK Perintis Kantor UPBU Kelas I Wamena.

Pihak TNI memberikan atensi penuh terhadap kasus ini karena penerbangan perintis merupakan urat nadi utama yang menghubungkan masyarakat pedalaman Papua dengan dunia luar, baik untuk pemenuhan kebutuhan pokok, layanan kesehatan, hingga pendidikan.

Hingga saat ini, aparat keamanan masih terus melakukan koordinasi intensif dengan pihak maskapai, pemerintah daerah, dan instansi terkait untuk memverifikasi kronologi utuh di lapangan serta memantau perkembangan kondisi psikologis para penumpang yang selamat. "Kami masih melakukan koordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk mendapatkan informasi yang akurat dan terverifikasi. Perkembangan situasi di lapangan juga terus kami pantau," beber Tri.

Menutup keterangannya, perwira menengah TNI itu meminta agar publik tidak berspekulasi berlebihan dan mempercayai narasi sepihak yang sengaja diembuskan di media sosial. “Masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya sambil menunggu hasil penyelidikan resmi,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
#kkb