PROKAL.CO- Keputusan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertahanan memboyong selusin pesawat tempur ringan M-346 dari pabrikan Italia, Leonardo, menjadi langkah strategis yang sangat dinantikan bagi modernisasi armada udara nasional. Kesepakatan yang ditandatangani di Jakarta pada Selasa (21/7) dan disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta KSAU Marsekal M. Tonny Harjono ini, bukan sekadar belanja alutsista biasa, melainkan jawaban atas kebutuhan mendesak TNI AU dalam mencetak penerbang tempur handal berstandar modern.
Kebutuhan percepatan adaptasi pilot ini bukan tanpa alasan. Jika menilik spesifikasi teknisnya, Leonardo M-346 merupakan platform jet latih tempur canggih yang dirancang khusus untuk menjembatani transisi penerbang menuju pesawat tempur generasi terbaru. Ditenagai dua mesin turbofan Honeywell F124-GA-200 yang mampu melaju hingga kecepatan transonic, M-346 dibekali sistem kendali Fly-By-Wire digital quadruplex dan konfigurasi kokpit Full Glass Cockpit yang sudah mendukung penggunaan Helmet-Mounted Display (HMD). Keunggulan terbesarnya terletak pada fitur Embedded Tactical Training System (ETTS), di mana sistem simulasi canggih ini dapat merekayasa skenario pertempuran udara, sensor radar, hingga ancaman rudal secara real-time tanpa perlu selalu membawa amunisi fisik.
Baca Juga: Indonesia Boyong 12 Pesawat Tempur Italia untuk Gembleng Pilot TNI AU
Kemampuan simulasi taktis M-346 inilah yang menjadi kunci utama bagi TNI AU. Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, menyampaikan bahwa prioritas pengadaan ini diarahkan untuk mempercepat pencetakan pilot yang siap mengoperasikan jet-jet tempur generasi baru yang terus berdatangan ke tanah air. Selain sebagai sarana latihan tingkat tinggi, M-346 sendiri tergolong fleksibel karena dapat difungsikan sebagai pesawat tempur ringan (light attack). Dengan 7 titik gantung (hardpoints) yang sanggup membawa muatan hingga 3.000 kg—mulai dari rudal udara-ke-udara AIM-9 Sidewinder, rudal anti-kapal, hingga bom pintar dipandu laser—pesawat ini siap menjalankan misi pertempuran riil jika dibutuhkan.
Langkah memboyong M-346 tidak hanya memperkuat sisi operasional dan kesiapan tempur di udara, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan dukungan logistik serta penguatan industri pertahanan dalam negeri. Melalui kerja sama ini, Indonesia mengamankan manfaat jangka panjang berupa transfer teknologi, pemeliharaan berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Hadirnya 12 unit M-346 ini memastikan bahwa proses transisi penerbang TNI AU menuju pengoperasian armada udara modern masa depan dapat berjalan jauh lebih efektif, cepat, dan optimal. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co