Geger Isu 522 Pelajar Sidoarjo Positif HIV, Dinkes Luruskan Data Resmi Hanya 60 Kasus Usia 11-17 Tahun

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 26 Juli 2026 | 10:45 WIB
Ilustrasi HIV/AIDS
Ilustrasi HIV/AIDS

PROKAL.CO- Isu liar yang menyebutkan sebanyak 522 pelajar dari jenjang PAUD hingga SMA di Sidoarjo terjangkit HIV/AIDS mendadak heboh dan memicu keresahan publik di media sosial. Menanggapi kabar yang meresahkan tersebut, Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo langsung angkat bicara dan meluruskan fakta angka yang beredar jauh dari data resmi pemerintah.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Lakhsmie Herawati Yuwantina, menegaskan bahwa sejak tahun 2001 hingga pertengahan 2026, kasus HIV/AIDS pada kelompok usia 11-17 tahun tercatat sebanyak 60 kasus.

“Dari total tersebut, tujuh orang telah meninggal dunia. Sehingga jumlah penyintas yang masih tercatat saat ini sebanyak 53 orang,” ujar Lakhsmie saat memberikan keterangan kepada awak media.

Lakhsmie juga membeberkan rincian data untuk kelompok anak usia 0-10 tahun dalam kurun waktu 2001 hingga 2026, di mana terdapat 117 anak yang terkonfirmasi positif HIV.

“Sebanyak 35 anak telah meninggal dunia, sementara 50 anak berstatus lost to follow up. Jadi, ini kami tidak tahu apakah yang ini telah meninggal dunia atau berpindah tempat tinggal atau kasus yang lainnya,” jelasnya, sembari menambahkan bahwa ada 32 anak di kelompok usia tersebut yang hingga kini masih rutin menjalani pengobatan.

Menanggapi fenomena ini, Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menekankan pentingnya pengawasan berkelanjutan serta keterlibatan aktif dari lingkungan keluarga untuk melindungi anak-anak.

“Kasus di Sidoarjo ini bukan sesuatu yang baru dibahas, melainkan kelanjutan dari koordinasi yang selama ini sudah berjalan antara Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Sidoarjo,” kata Emil. Emil menyoroti bahwa jalur penularan virus ini bervariasi dan memerlukan penanganan serta pencegahan yang tepat sasaran.

“Bagaimana seseorang bisa terinfeksi HIV juga berbeda-beda. Ada yang tentunya karena pergaulan yang salah, ada juga yang melalui penggunaan narkoba yang selama ini menjadi kekhawatiran. Anak-anak berada di sekolah dari Senin sampai Jumat, dari pagi hingga siang atau sore hari. Di luar waktu itu, keluarga juga perlu menjadi mitra dalam menjaga anak-anak muda kita dari pergaulan yang salah,” pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
HIV / AIDs