Negara Tetangga Diminta Stop Tuding Asap Karhutla: BNPB Bilang Angin dan Asap Tak Kenal Batas Negara

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 07:23 WIB
Kabut asap pekat di Kawasan Bangunan Dewan Undangan Negeri Sarawak, Kuching, Kamis (20/8). (FOTO: BERNAMA)
Kabut asap pekat di Kawasan Bangunan Dewan Undangan Negeri Sarawak, Kuching, Kamis (20/8). (FOTO: BERNAMA)

PROKAL.CO- Pemerintah Indonesia mengimbau negara tetangga, khususnya Malaysia dan Singapura, untuk menghentikan polemik saling menyalahkan terkait dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan bahwa bencana asap lintas batas (cross-border haze) merupakan persoalan ekologi bersama yang menuntut kolaborasi nyata, mengingat pergerakan angin dan asap tidak pernah mengenal garis batas administratif antarnegara.

"Jadi pendekatan kita bukan saling menyalahkan, tetapi bagaimana masing-masing negara melakukan upaya maksimal di wilayahnya dan bersama-sama mengurangi dampak asap lintas batas," ungkap Plt Kepala Pusat Data dan Informasi BNPB, Berton Pandjaitan.

Berton menjelaskan bahwa penetapan asal-usul asap harus disandarkan pada pemantauan data satelit dan kajian meteorologi presisi, bukan asumsi sepihak. Arah angin, kecepatan embusan, dan dinamika atmosfer memegang peranan besar dalam pergerakan asap di kawasan regional.

Guna menjinakkan amukan api secara langsung di sumbernya, Indonesia telah mengerahkan kekuatan penuh (full power). Sebanyak 52 armada pesawat dikerahkan secara masif di enam provinsi prioritas, dengan rincian 30 pesawat disiagakan khusus di wilayah Kalimantan dan 22 pesawat lainnya beroperasi di Sumatra. Operasi udara ini turut diperkuat oleh pengerahan personel TNI AU, Satgas Darat, serta percepatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

BNPB menekankan bahwa penanganan karhutla bagi Indonesia merupakan komitmen serius demi melindungi kesehatan warga serta menjaga stabilitas hubungan bilateral di kawasan Asia Tenggara. Dibanding memperuncing perdebatan diplomasi, pertukaran data secara transparan serta aksi nyata memadamkan sumber api dinilai sebagai langkah paling bijak untuk mengatasi ancaman krisis asap bersama. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
asap malaysia singapura