PROKAL.CO- Penyelamatan orangutan dari trauma konflik dengan manusia maupun jeratan pemburu bukanlah proses kilat. Di balik senyum bahagia saat melihat seekor primata kembali dilepasliarkan ke rimba bebas, terdapat kerja keras berbilang tahun untuk memulihkan fisik, mengajari kembali naluri bertahan hidup, hingga perjuangan memastikan bentang hutan tempat mereka kembali tidak hilang tergerus alat berat.
Pesan mendalam tersebut digaungkan Yayasan Borneo Orangutan Survival (BOS) dalam momentum Hari Orangutan Sedunia 2026 yang mengusung tema Act for Orangutans: Their Forest, Our Future. Saat ini, Yayasan BOS masih merawat lebih dari 300 individu orangutan di dua pusat rehabilitasi utama, yakni BOS Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah dan Samboja Lestari di Kalimantan Timur.
"Dibutuhkan bertahun-tahun untuk memulihkan mereka dari konflik dan mengembalikan mereka ke alam. Namun, pelepasliaran bukanlah akhir. Kita harus memastikan hutan tetap ada, tetap sehat, dan tetap menjadi rumah bagi mereka," tegas Ketua Pengurus Yayasan BOS, Jamartin Sihite.
Jamartin menekankan bahwa indikator keberhasilan konservasi tak boleh hanya diukur dari kuantitas satwa yang berhasil dilepasliarkan ke alam bebas. Melindungi hutan sebagai rumah orangutan sejatinya adalah investasi langsung bagi kelangsungan hidup manusia, mengingat hutan merupakan penyangga utama ekosistem dan penyerap karbon dunia.
Dukungan serupa ditegaskan oleh Kepala BKSDA Kalteng Andi Muhammad Kadhafi dan Kepala BKSDA Kaltim M Ari Wibawanto. Keduanya menyuarakan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk menghentikan perdagangan satwa liar, menghentikan perambahan, serta memulihkan bentang alam secara berkelanjutan.
Langkah konservasi ini turut disokong penuh oleh Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Ia menilai keberhasilan perlindungan orangutan harus berjalan selaras dengan skema pembiayaan hijau, nilai ekonomi karbon, serta kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Mendorong program Indonesia's FOLU Net Sink 2030, pemerintah menegaskan bahwa menjaga keberadaan orangutan berarti menjaga salah satu benteng pertahanan iklim bumi yang paling berharga. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co