Klarifikasi Istana: Mensesneg Bantah Haji Isam Ditunjuk Pimpin Pemadaman Karhutla Kalsel

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 08:59 WIB

 

MENINJAU: Pengusaha Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (tengah) didampingi KSAL, Laksamana TNI Muhammad Ali dan Gubernur Kalsel, H Muhidin, juga Astamaops Kapolri, Komjen Pol M Fadil Imran meninjau dan memadamkan karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Pemprov Kalsel)
MENINJAU: Pengusaha Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam (tengah) didampingi KSAL, Laksamana TNI Muhammad Ali dan Gubernur Kalsel, H Muhidin, juga Astamaops Kapolri, Komjen Pol M Fadil Imran meninjau dan memadamkan karhutla di Guntung Damar, Banjarbaru, Sabtu (22/8/2026).(Foto: Pemprov Kalsel)

 

JAKARTA — Istana Kepresidenan meluruskan kabar liar yang beredar luas di media sosial terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah tegas isu yang menyebut Presiden Prabowo Subianto telah menunjuk pengusaha kondang asal Kalsel, Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, sebagai pemimpin atau koordinator pemadaman karhutla di wilayah tersebut.

"Enggak ada. Tidak ada. Tidak benar itu," tegas Prasetyo Hadi saat memberikan keterangan di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta.

Prasetyo mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang belum terverifikasi di media sosial. Meski demikian, ia mengakui bahwa pemerintah memang merangkul dan mengajak seluruh elemen masyarakat serta pengusaha daerah untuk bahu-membahu menanggulangi karhutla di lapangan.

"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya. Tapi, kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kan kewenangannya bukan di situ. Dan kita, Pemerintah Pusat juga sudah menunjuk beberapa pejabat setingkat menteri untuk kita berbagi wilayah," jelas Prasetyo.

Pemerintah pusat sendiri telah membagi zona tanggung jawab penanganan karhutla secara terstruktur di seluruh Kalimantan. Sekretaris Kabinet, Letkol Infanteri Teddy Indra Wijaya, mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo telah menginstruksikan para perwira tinggi TNI dan Polri untuk turun langsung memimpin pemadaman di empat provinsi terdampak.

"Presiden Prabowo telah menginstruksikan para pejabat utama TNI dan Polri untuk turun langsung bersama Pemerintah Daerah dan masyarakat setempat menangani karhutla di 4 provinsi terdampak di Kalimantan," terang Teddy.

Dalam pembagian tugas matra tersebut, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo diterjunkan ke Kalimantan Barat. Wilayah Kalimantan Tengah dipercayakan kepada KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak bersama Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo. Sementara untuk Kalimantan Timur, tugas lapangan diserahkan kepada Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita dan Dankorbrimob Komjen Pol Ramdani Hidayat.

Khusus untuk Kalimantan Selatan, Presiden mengutus KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali dan Astamaops Kapolri Komjen Pol M Fadil Imran. Kendati kehadiran Haji Isam sempat terlihat mendampingi jajaran pejabat tinggi negara saat meninjau titik api di Guntung Damar, Banjarbaru, Istana menegaskan bahwa komando resmi penanganan karhutla tetap berada sepenuhnya di tangan perwira tinggi TNI-Polri yang telah ditunjuk negara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Haji Isam