Kabar Baik, Masuk September Hujan Ringan Mulai Menerpa Beberapa Wilayah di Indonesia

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 10:31 WIB
ilustrasi hujan
ilustrasi hujan

 

JAKARTA – Kendati beberapa daerah mulai merasakan hembusan angin sejuk, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa mayoritas wilayah Indonesia masih berada dalam cengkeraman musim kemarau sepanjang September 2026. Meski demikian, potensi hujan lokal hingga ancaman cuaca ekstrem mendadak mulai membayangi sejumlah titik di tanah air.

"Sekitar 75 persen wilayah Indonesia diprediksi masih mengalami curah hujan kategori rendah, yaitu di bawah 100 hingga 150 milimeter per bulan," tulis BMKG dalam laporan analisis peta prakiraan deterministiknya.

Kawasan panas dan minim pasokan air ini membentang dominan dari Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), hingga sebagian Sumatra bagian selatan dan Sulawesi bagian selatan.

Di sisi lain, dinamika atmosfer lokal memicu fenomena kontras di bagian barat dan utara Nusantara. Pertumbuhan awan konvektif (Cumulonimbus) terpantau cukup aktif di wilayah tersebut.

"Beberapa daerah seperti Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, hingga kawasan pegunungan Papua masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat," jelas BMKG.

Situasi dua sisi ini mendorong BMKG untuk menerbitkan imbauan kewaspadaan ganda kepada masyarakat luas.

"Masyarakat di kawasan bercurah hujan rendah diimbau terus mengantisipasi risiko krisis air bersih serta potensi kebakaran hutan dan lahan. Sementara untuk wilayah yang mulai memasuki masa peralihan atau pancaroba di akhir September, waspadai perubahan cuaca drastis—seperti terik menyengat di siang hari yang disusul hujan deras mendadak pada sore atau malam hari," imbau BMKG. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
bmkg