PROKAL.CO- Pernyataan Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ulta Levenia Nababan, memicu kontroversi tajam di media sosial. Ia mengaitkan fenomena berdekatan erupsinya enam gunung api di Indonesia dengan proyek High-frequency Active Auroral Research Program (HAARP) milik Amerika Serikat.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Ulta mengaku memiliki pemikiran skeptis dan membuka kemungkinan adanya keterkaitan antara aktivitas vulkanik tersebut dengan dinamika geopolitik.
“Walau gak ada bukti ilmiah yg kredible, tapi otak skeptis pasti berfikir, ‘Kenapa sehari setelah Presiden RI bersalaman mesra dg Putin di Vladivostok, 6 Gunung Vulkanik Indonesia Erupsi secara bersamaan?’” tulis Ulta.
Soroti Pola Bencana Hingga Sebut Angka 73,5 Persen
Dalam cuplikan video yang diunggahnya, Ulta juga mengaitkan fenomena gempa bumi di Turki dan Tiongkok yang menurutnya terjadi saat kedua negara tersebut mengalami ketegangan politik dengan Amerika Serikat. Ia menyebut adanya pola misterius hingga menyimpulkan tingkat keyakinannya terkait dugaan pengorkestrasian bencana tersebut.
“Sehingga gua agak… mungkin sekitar 73,5 persen gua kayak, ‘Wah, ini pasti ada yang mengorkestrasi deh,’” ujanya dalam video tersebut. Pernyataan dari pejabat KSP ini sontak memanen tanggapan satir dan kritikan pedas dari publik hingga jajaran figur publik. Aktris Luna Maya mempertanyakan pemahaman dasar sang pejabat terkait kondisi geografis Indonesia melalui komentar singkat: "Pernah denger nggak ya, ada namanya ring of fire?". Sementara itu, komedian Ernest Prakasa melontarkan sindiran: "Kita butuh bantuan Dr Strange dan Avengers."
Spekulasi yang dilontarkan Ulta bertolak belakang dengan fakta sains. HAARP merupakan fasilitas penelitian ionosfer berbasis gelombang radio frekuensi tinggi di Alaska dan tidak memiliki kemampuan fisik untuk memicu gempa bumi maupun letusan gunung berapi.
Enam gunung api yang mengalami peningkatan aktivitas dalam waktu berdekatan—yakni Gunung Ibu, Semeru, Lewotobi Laki-laki, Ili Lewotolok, Anak Krakatau, dan Sinabung—merupakan bagian dari jalur lingkar gunung api (Ring of Fire). Posisi geografis Indonesia yang berada di pertemuan lempeng tektonik aktif menjadikan aktivitas vulkanik simultan sebagai fenomena alamiah yang wajar secara geologi.
Hingga saat ini, klaim mengenai keterlibatan teknologi HAARP pada erupsi gunung api di Indonesia tetap dikategorikan sebagai spekulasi tanpa dasar ilmiah. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co