SAMARINDA — Tim SAR gabungan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) masih terus melakukan pencarian terhadap 129 penumpang kapal Virgo Transport 8 yang tenggelam di perairan Laut Jawa pada Minggu, 13 September 2026. Hingga Senin, 14 September 2026, petugas telah mengevakuasi total 114 orang, di mana 6 di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Kapal rute Surabaya–Banjarmasin yang mengangkut total 243 orang (213 penumpang dan 30 kru) tersebut dilaporkan tenggelam dengan cepat setelah diterjang ombak besar dari sisi lambung kanan.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, mengonfirmasi bahwa berdasarkan keterangan nakhoda, benturan ombak membuat posisi kapal langsung miring 2 hingga 3 derajat. "Ada ombak lagi yang mengakibatkan kapal ini lebih miring dan prosesnya cepat sekali. Kurang lebih 10 sampai 15 menit kapal langsung miring," kata Edy.
Kesaksian Korban Selamat: Kapal Miring Tanpa Sirine Peringatan
Salah satu penumpang selamat, Faisal, menceritakan detik-detik mencekam saat kapal mulai hilang kendali usai tengah malam. Menurutnya, kepanikan luar biasa terjadi karena tidak ada alarm peringatan yang berbunyi untuk membangunkan para penumpang yang tengah tertidur di dalam kabin.
"Pas saya naik ke atas itu, enggak ada alarm membangunkan orang-orang. Kalau ada alarm, semua orang pasti bangun," ujar Faisal. Ia menduga masih banyak korban yang terjebak di dalam kapal saat posisi badan kapal mulai terbalik.
Dalam situasi berserah diri, Faisal mengaku sempat terus mengumandangkan azan di tengah deburan ombak sebelum akhirnya tersapu arus dan berhasil bertahan di atas sekoci penyelamat bersama penumpang lain.
Hingga saat ini, operasi pencarian skala besar masih terus disiagakan di sekitar lokasi kejadian guna menyisir keberadaan 129 korban yang masih dinyatakan hilang. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co