Muktamar VIII Jadi Momentum Islah dan Konsolidasi Nasional, IPHI Ahmad Yani Buktikan di Kepanitiaan

Redaksi • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 11:17 WIB
KONSOLIDASI: Muktamar Ke-VIII IPHI di Maxone Wahid Hasyim Jakarta, tanggal 18-19 September 2026. ISTIMEWA
KONSOLIDASI: Muktamar Ke-VIII IPHI di Maxone Wahid Hasyim Jakarta, tanggal 18-19 September 2026. ISTIMEWA

PROKAL.CO, JAKARTA—Semangat islah mengemuka dan menjadi harapan  peserta Muktamar ke-VIII Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) di Maxone Wahid Hasyim Jakarta, tanggal 18-19 September 2026.

“Islah adalah jalan terbaik,” kata Ketua Umum PP IPHI, Ahmad Yani. 

“Kami siap dan sangat terbuka untuk dilakukan islah IPHI dan jajaran pengurusnya di seluruh Indonesia,” sambungnya.

IPHI di bawah kepemimpinan Ahmad Yani sebagai penerus kepengurusan almarhum Ismet Hasan Putro sudah berikhtiar dan menempuh berbagai cara untuk terjadinya islah di jajaran pengurus IPHI pusat hingga daerah.

“Kami sudah menemui pemerintah, DPR, pimpinan ormas Islam dan tokoh-tokoh umat untuk terjadinya islah,” beber Sekjen PP IPHI, Abidin Siregar.

Baca Juga: Harga Sayuran di Balikpapan Naik, Kemangi Tembus Rp 14 Ribu

Semunya, tutur Abidin, semangat dan anjurannya sama, islah untuk menyatukan kembali IPHI.

Bahkan, ketika langkah hukum ditempuh dengan mengajukan gugatan di PN Bekasi, mediasi sampai tiga kali dilakukan oleh majelis hakim.

“Kami menyatakan siap dan bersedia dimediasi oleh majelis hakim. Tapi hal tersebut ditolak (pihak yang berseberangan),” ungkap Abidin.

Meski begitu, semangat dan keinginan untuk islah tidak padam. 

“Pada Muktamar ke-VIII ini kami menyatakan tetap terbuka dan membuka diri untuk melakukan islah,” ujar Abidin.

Semangat islah ini tercermin dan diimplementasikan dalam  kepanitiaan muktamar. 

Pengurus pihak Erman Suparno masuk jadi panitia antara lain Wakil Ketua Umum Muktamar VII Jakarta, Sugeng Pujiono. Juga  Ciek Juliati Hisyam yang pernah jadi bendahara umum IPHI versi Erman.

“Ini bukti dan langkah nyata kami sungguh-sungguh ingin melakukan islah,” tandas Ahmad Yani.

Jalan islah tersebut diharapkan dimediasi oleh pemerintah. 

“Pemerintah diharapkan berperan aktif melakukan islah untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan IPHI,” tegas Ketua PW IPHI Provinsi Gorontalo, Sun Biki.

Biki yang juga anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu mengingatkan kewajiban pemerintah untuk menjaga keutuhan IPHI sebagai aset umat yang membawa maslahat bagi bangsa.

Baca Juga: Pekerja RU V Balikpapan Galang Donasi untuk Warga Terdampak Gempa NTT

“Jangan dibiarkan begini terus. Atau jangan-jangan ada upaya  pembiaran sehingga menodai nilai luhur dan amanah suci melaksanakan prinsip haji mabrur sepanjang hayat,” kata Biki.

“Dakwah dan upaya berlomba-lomba pada kebaikan harus terus dilakukan oleh IPHI. Islah sangat baik dan kami harapkan pemerintah sungguh-sungguh mau memprakarsainya,” tambah Tobroni Harun, Ketua PW IPHI Provinsi Lampung.

Muktamar ke-VII IPHI didahului silaturahmi dan dialog internal di hotel Maxone Wahid Hasyim Jakarta, Jumat malam (18/9/2026). Muktamar dilaksanakan pagi hingga Sabtu malam (19/9/2026).

Baca Juga: Kabar Gembira Warga Kaltim! Bapenda Gelar Pemutihan Denda Pajak Kendaraan Mulai 21 September

Agenda muktamar mencakup pembahasan dan pengesahan perubahan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga, pertanggungjawban pengurus pusat, pembahasan program kerja, rekomendasi dan pemilihan Ketua Umum dan Sekjen PP IPHI periode 2026-2031. (*)

Editor : Faroq Zamzami
IPHI islah jakarta