Tangani Karhutla Kalimantan, Presiden Prabowo Restui Malaysia Kirim Armada Pemadam Khusus

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Sabtu, 19 September 2026 | 13:50 WIB
Presiden Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di Hambalang, Kabupaten Bogor.
Presiden Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di Hambalang, Kabupaten Bogor.

BOGOR — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi menyetujui tawaran bantuan dari Pemerintah Malaysia untuk menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Kalimantan. Kesepakatan tersebut dicapai usai Presiden Prabowo menerima kunjungan Wakil Perdana Menteri Malaysia, Ahmad Zahid Hamidi, di Hambalang, Kabupaten Bogor.

Dalam skema bantuan internasional ini, Negeri Jiran bakal menerjunkan armada khusus yang terdiri dari satu unit pesawat, tiga helikopter pemadam, serta 52 personel berpengalaman. Bantuan ini memperkuat operasi udara yang sebelumnya telah didahului oleh Jepang dengan mengirimkan tiga helikopter angkut berat CH-47 Chinook beserta 180 personel.

Keputusan penanganan bersama ini diambil setelah kabut asap pekat lintas batas melintasi wilayah perbatasan dan memperburuk kualitas udara di Sarawak, Malaysia. Bahkan, Distrik Serian di Sarawak sempat berada dalam status keadaan darurat setelah Indeks Pencemaran Udara (IPU) menembus angka berbahaya di atas 500.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasinya atas inisiatif dan solidaritas negara tetangga dalam membantu Indonesia memadamkan titik api yang membakar wilayah gambut Kalimantan.

"Malaysia menawarkan bantuan untuk ikut membantu kita mengatasi kebakaran hutan di Kalimantan. Hal ini saya tanggapi dengan terima kasih dan gembira," ujar Presiden Prabowo Subianto usai pertemuan.

Prabowo menyadari betul bahwa dampak dari karhutla di tanah air tidak berhenti pada batas teritorial semata, melainkan turut mengancam kesehatan masyarakat di negara-negara tetangga akibat pergerakan arah angin.

"Walaupun kebakaran terjadi di Indonesia, dampaknya dirasakan tetangga-tetangga kita. Mereka ingin membantu dan kita terima dengan baik. Indonesia dan Malaysia adalah saudara. Kita harus bekerja sama dan memelihara hubungan yang sangat baik," tutur Prabowo.

Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada respons pemadaman darurat di lapangan, tetapi juga sedang merumuskan strategi pencegahan jangka panjang agar bencana kabut asap tak lagi menjadi siklus tahunan.

"Saya sedang menyusun langkah-langkah pencegahan secara menyeluruh supaya tidak setiap beberapa tahun muncul lagi," tegasnya.

Pemerintah kedua negara kini sedang mengoordinasikan teknis operasional penugasan armada Malaysia, termasuk penentuan pangkalan udara, pemetaan titik api prioritas, hingga pemenuhan pasokan air untuk mendukung efektivitas water bombing di wilayah Kalimantan. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
kalimantan karhutla