DPR Sahkan Komjen Suyudi Ario Seto Jadi Kapolri Baru Gantikan Listyo Sigit

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:59 WIB
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Komjen Pol Suyudi Ario Seto saat mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA — Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI secara resmi menyetujui pengangkatan Komisi Jenderal (Komjen) Pol Suyudi Ario Seto sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) baru. Keputusan ini diambil dalam Rapat Paripurna ke-8 Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 yang dipimpin oleh Ketua DPR RI Puan Maharani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (1/10/2026).

Komjen Pol Suyudi Ario Seto, yang saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), disetujui secara aklamasi untuk menggantikan Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo sebagai orang nomor satu di Korps Bhayangkara.

Persetujuan dari seluruh anggota dewan bergema di ruang sidang utama saat Puan Maharani meminta ketukan palu pengesahan.

"Selanjutnya kami meminta persetujuan pengangkatan Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri, apakah dapat disetujui?" tanya Puan.

"Setuju!" sahut para anggota dewan serentak yang langsung disusul ketukan palu tanda pengesahan.

Sebelum dibawa ke sidang paripurna, lulusan uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) ini terbilang berjalan sangat mulus. Komisi III DPR RI menyepakati Suyudi sebagai calon tunggal Kapolri setelah menjalani proses pendalaman yang relatif singkat, yakni sekitar 30 menit.

Mengusung Doktrin "Polisi Bersama Masyarakat"
Dalam penyampaian gagasannya di hadapan wakil rakyat, Suyudi membawa visi utama bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi baru Polri. Ia menegaskan pentingnya menempatkan masyarakat sebagai pusat dari setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

"Tema yang saya usung adalah Polisi Bersama Masyarakat sebagai doktrin kepemimpinan dan arah transformasi yang menempatkan masyarakat sebagai pusat orientasi tugas kepolisian," ungkap Suyudi saat memaparkan program kerjanya.

Suyudi menambahkan bahwa paparan strategi kepemimpinannya dirancang dalam lima rangkaian utama, meliputi evaluasi situasi nasional, lingkungan strategis, pencapaian serta aspirasi masyarakat, arah transformasi, hingga penyusunan program 100 hari pertama serta rencana keberlanjutan menuju tahun 2029.

Lebih lanjut, mantan pimpinan BNN ini juga menekankan bahwa arah transformasi Polri harus selaras dengan dukungan terhadap agenda besar Indonesia Emas 2045. Menurutnya, stabilitas keamanan dan kepastian hukum menjadi fondasi utama pembangunan nasional.

"Indonesia Emas 2045 membutuhkan transformasi sosial, ekonomi, tata kelola supremasi hukum, stabilitas, ketahanan sosial budaya dan ekologi, serta pembangunan kewilayahan yang adil," tegasnya.

Dengan berlabuhnya persetujuan dari DPR RI, proses pergantian pimpinan tertinggi Polri ini resmi melangkah ke tahap akhir. Komjen Pol Suyudi Ario Seto kini tinggal menunggu jadwal resmi pelantikan oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
Suyudi Ario Seto