Mahfud MD: Penyadapan Terhadap Presiden Prabowo Kejahatan Paling Besar Sepanjang Sejarah Polri

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 10:08 WIB

Mahfud MD

Mahfud MD

PROKAL.CO-  Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyampaikan pandangan tegasnya terkait dugaan penyadapan yang menimpa Presiden Prabowo Subianto.

"Ini merupakan kejahatan yang diduga paling besar sepanjang sejarah Polri. Selama ini kita mengatakan yang paling jahat itu yang dilakukan oleh Sambo dan Teddy Minahasa. Selama ini itu kejahatan di Polri yang dianggap paling besar, di samping korupsi-korupsi yang biasa," kata Mahfud.

Ia meyakini bahwa perkara ini jauh lebih serius dibandingkan skandal-skandal besar kepolisian sebelumnya karena menyasar langsung pimpinan tertinggi negara dan berpotensi berkaitan dengan tindak pidana makar.

"Nah, tapi sekarang ini penyadapan. Penyadapan yang nanti diduga juga ada kaitannya dengan dugaan makar, karena yang disadap adalah Kepala Negara," ujarnya.

Peristiwa yang diduga terjadi sejak Januari 2025 ini turut menyeret nama mantan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ketika ditanya mengenai kemungkinan adanya unsur makar dalam perkara tersebut, Mahfud tidak menutup kemungkinan itu.

"Bisa nanti, nanti kita lihat perkembangannya, ya. Bisa. Karena peristiwa yang mendahului, gitu ya. Tidak terbayangkan seorang Kapolri aktif melakukan penyadapan, yang disadap adalah Presidennya sendiri," tegasnya.

Mahfud menilai tindakan tersebut sangat mencederai kedaulatan negara dan melukai perasaan masyarakat luas, terlepas dari perbedaan pandangan politik yang ada di tengah publik.

"Rakyat Indonesia tersinggung dan marah. Tidak semua rakyat Indonesia mungkin sangat senang dengan Presiden sekarang, tetapi kalau sampai disadap oleh Kapolrinya sendiri, oleh para polisi sendiri, itu satu kejahatan yang sangat biadab terhadap negara ini. Oleh sebab itu, ini harus diseriusi," pungkas Mahfud. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
mahfud md