PROKAL.CO-Hubungan arus pendek atau korsleting listrik diduga kerap jadi pemicu kebakaran di sejumlah daerah di Indonesia.
Di DKI Jakarta misalnya, data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat 741 dari 1.467 kejadian kebakaran atau 50,51 persen sepanjang Januari–September 2026 diduga disebabkan oleh faktor listrik.
Angka ini menjadi pengingat pentingnya memperhatikan keamanan kelistrikan, termasuk kondisi instalasi, cara pemasangan, dan kualitas produk yang digunakan. Berikut lima hal yang perlu diperhatikan:
Baca Juga: Bantuan Subsidi Upah Diberikan untuk Tiga Bulan, Ini Syaratnya Bisa Menerima
Tentukan Kebutuhan Kelistrikan Sebelum Membeli
Penambahan AC, pemanas air, atau perangkat elektronik lainnya dapat meningkatkan kebutuhan daya listrik rumah.
Begitu pula perubahan tata ruang yang mungkin membutuhkan penyesuaian titik lampu, sakelar, dan stopkontak.
Sebelum membeli produk kelistrikan, gunakan jasa teknisi listrik bersertifikat untuk memeriksa kondisi instalasi dan menghitung kebutuhan setelah renovasi.
Perencanaan ini membantu menentukan jenis, spesifikasi, dan jumlah produk yang dibutuhkan agar sesuai dengan kapasitas instalasi.
Perhatikan Fungsi, Spesifikasi, dan Standar Keamanan Produk
Produk kelistrikan memiliki fungsi perlindungan yang berbeda dan saling melengkapi.
Miniature circuit breaker (MCB), misalnya, berfungsi melindungi instalasi dari beban berlebih dan korsleting, tetapi tidak memberikan perlindungan khusus terhadap kebocoran arus.
Karena itu, perlindungan kelistrikan rumah tidak cukup hanya mengandalkan MCB, tetapi perlu dilengkapi dengan residual current circuit breaker (RCCB).
RCCB memutus aliran listrik ketika mendeteksi kebocoran arus, sehingga dapat membantu melindungi penghuni dari risiko sengatan listrik.
Untuk produk sehari-hari seperti sakelar dan stopkontak, perhatikan juga fitur keamanannya.
Fitur safety shutter pada stopkontak, misalnya, membantu mencegah risiko sengatan listrik akibat sentuhan tidak disengaja atau masuknya benda asing.
Pastikan semua produk kelistrikan ini memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku untuk jenis produk tersebut serta standar keselamatan internasional yang relevan.
Jika belum memahami spesifikasinya, mintalah bantuan teknisi listrik untuk memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi instalasi rumah.
Baca Juga: Kabar Menteri Ditahan Terkait Penyadapan Prabowo Dibantah Tegas oleh Bareskrim
Pilih Penjual atau Distributor yang Terpercaya
Baik berbelanja langsung maupun melalui platform e-commerce, pilih toko atau distributor resmi yang terdaftar di situs produsen.
Pastikan penjual memberikan informasi produk yang lengkap dan menyediakan bukti pembelian.
Membeli melalui jalur resmi membantu mengurangi risiko mendapatkan produk palsu sekaligus memudahkan konsumen memperoleh informasi spesifikasi, ketentuan garansi, dan layanan purna jual.
Periksa Informasi dan Keaslian Produk Sebelum Membeli
Produk kelistrikan palsu dapat terlihat sangat mirip dengan produk asli, termasuk kemasan dan logo mereknya. Karena itu, jangan hanya mengandalkan tampilan.
Periksa identitas produk, kode produksi, serta penanda keaslian sesuai panduan produsen.
Metode pemeriksaan dapat berbeda menurut jenis dan seri produk.
Simpan Bukti Pembelian dan Ketahui Saluran Bantuan Resmi
Setelah membeli, simpan struk atau faktur, kemasan asli, dan informasi produk untuk keperluan garansi atau pemeriksaan keaslian.
Jika menemukan kejanggalan pada kemasan atau identitas produk, tunda pemasangan dan hubungi layanan pelanggan resmi produsen dengan menyiapkan informasi tersebut.
Jika perangkat sudah terpasang, konsultasikan dengan teknisi listrik dan jangan membongkarnya sendiri.
Pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan melalui pihak yang kompeten dan saluran resmi produsen.
Baca Juga: Sulap Dermaga Harapan Baru Jadi Waterfront Hub, Samarinda Bidik Peluang Ekonomi di Tepian Mahakam
Dalam siaran persnya yang diterima media ini, Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, mengatakan keaslian produk kelistrikan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan keluarga di rumah.
Pihaknya berkomitmen menjaga kualitas produk melalui pemilihan material, fungsi perlindungan, serta pengujian dan kontrol kualitas yang ketat sesuai standar yang berlaku.
“Melalui kampanye Yang Asli Yang Melindungi, kami mengajak masyarakat memilih produk asli dari distributor resmi dan menghubungi layanan resmi kami jika meragukan keaslian produk,” katanya. (*)
Editor : Faroq Zamzami