Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Dua Hari Hilang Terseret Arus Sungai Kandilo, Pendulang Emas Ditemukan Meninggal Dunia

Redaksi Prokal • 2026-02-17 07:30:00
Pendulang emas bernama Fi (34) ditemukan meninggal dunia setelah dua hari hilang tenggelam di Sungai Kandilo, Batu Sopang, Kabupaten Paser.(FOTO:IST)
Pendulang emas bernama Fi (34) ditemukan meninggal dunia setelah dua hari hilang tenggelam di Sungai Kandilo, Batu Sopang, Kabupaten Paser.(FOTO:IST)

TANA PASER – Setelah melalui proses pencarian intensif selama dua hari, tim SAR gabungan akhirnya menemukan Fi (34), seorang pendulang emas tradisional yang dilaporkan hilang di Sungai Kandilo, Kecamatan Batu Sopang, Kabupaten Paser. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (14/2), sekitar 500 meter dari lokasi awal dirinya dilaporkan tenggelam.

Kapolsek Batu Sopang, IPTU Agus Fahrur Rozi, menjelaskan bahwa peristiwa nahas tersebut bermula pada Rabu (11/2) lalu. Saat itu, korban tengah berupaya menyeberangi sungai bersama seorang rekannya. Namun, derasnya arus sungai diduga membuat korban kehilangan keseimbangan hingga terjatuh dan terseret aliran air. Meski rekannya berhasil menyelamatkan diri, korban seketika hilang ditelan arus yang cukup kuat.

Operasi pencarian besar-besaran segera digelar dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Batu Sopang, Koramil, Pol Airud Polres Paser, TNI AL, hingga BPBD Paser. Tidak kurang dari ratusan warga setempat turut bahu-membahu menyisir aliran sungai meskipun terkendala kondisi alam yang ekstrem. Warga menyebutkan bahwa arus Sungai Kandilo pada musim ini memang sangat menantang, sehingga tim gabungan harus bekerja ekstra hati-hati dalam proses penyisiran.

Begitu ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Batu Sopang untuk menjalani visum luar. Meski demikian, pihak keluarga memilih untuk menolak prosedur autopsi atau pemeriksaan medis lanjutan. Keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni dan menyatakan tidak akan menempuh jalur hukum di kemudian hari.

Tragedi ini menjadi peringatan keras bagi para pekerja tambang tradisional dan masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai mengenai tingginya risiko beraktivitas di air, terutama saat musim hujan. Menyikapi hal tersebut, aparat kepolisian bersama pemerintah desa berencana meningkatkan sosialisasi keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang kembali. Pihak berwenang mengimbau warga untuk selalu waspada dan menghindari aktivitas menyeberang sungai secara manual saat arus sedang deras. (*)

Editor : Indra Zakaria