Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Siap-Siap Universitas Baru Bakal Hadir di Kabupaten Paser, Ini Program Studi yang Sudah Direncanakan

Redaksi • 2026-03-03 12:11:19

TINGKATKAN SDM: Gedung perkuliahan yang telah disiapkan oleh Pemkab Paser akan diserahkan kepada lembaga pendidikan swasta.
TINGKATKAN SDM: Gedung perkuliahan yang telah disiapkan oleh Pemkab Paser akan diserahkan kepada lembaga pendidikan swasta.

PROKAL.CO, TANAH GROGOT – Kabupaten Paser segera memiliki institusi pendidikan tinggi baru berlabel universitas. Kehadiran universitas diharapkan segera terealisasi setelah penggabungan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Widya Praja Tanah Grogot ke dalam jaringan Universitas Sapta Group.

Pemilik Sapta Group, Slametno, menyampaikan kehadiran universitas ini bertujuan untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi berkualitas bagi masyarakat lokal.

"Kami ingin memastikan generasi muda Paser bisa kuliah bermutu tanpa harus keluar daerah," kata Slametno, Senin (2/3/2026).

Bupati Paser, Fahmi Fadli, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, keberadaan Universitas Sapta Group sangat relevan dengan visi daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Bumi Daya Taka — sebutan Kabupaten Paser.

"Pemerintah daerah mendukung penuh. Ini adalah tonggak penting untuk memperluas layanan pendidikan di Paser," kata Fahmi.

Ketua Yayasan Widya Praja, Suwito, optimistis kehadiran universitas ini akan memberikan banyak efek. Selain meningkatkan rata-rata lama sekolah yang berdampak pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM), kehadiran kampus diprediksi akan menghidupkan sektor ekonomi di sekitar lokasi, seperti usaha indekos dan UMKM.

Proses administrasi dan perizinan penggabungan ini diperkirakan akan memakan waktu enak hingga 18 bulan sesuai dengan regulasi kementerian terkait.

"Jika berjalan lancar, Universitas Sapta Group diharapkan dapat segera beroperasi dalam waktu dekat," kata Suwito.

Dalam kesepakatan tersebut, kedua belah pihak berbagi peran untuk mempercepat pendirian universitas.

Yayasan Widya Praja bertanggung jawab menyediakan lahan minimal 10.000 meter persegi dan dokumen sewa gedung untuk jangka waktu minimal 10 tahun.

Sementara Sapta Group, menangani seluruh proses perizinan, penyediaan tenaga pendidik (dosen), staf kependidikan, serta pengadaan sarana dan prasarana penunjang akademik.

BANGUNAN SIAP

Sebelumnya, pada Jumat (27/2/2026), Sekretaris DPRD Paser yang juga Sekretaris Yayasan Widya Praja, M Iskandar Zulkarnain, mendampingi Ketua Yayasan Sapta Group, Slametno, meninjau sejumlah fasilitas pendidikan.

Lokasi yang ditinjau di antaranya, Kampus STIE Widya Praja, eks Gedung Politeknik Paser, hingga bangunan kampus baru di Desa Janju, Kecamatan Tanah Grogot.

Usai peninjauan lapangan, agenda dilanjutkan dengan audiensi dan presentasi bersama Bupati Paser, Fahmi Fadli. Pertemuan tersebut fokus pada upaya peningkatan akses pendidikan tinggi melalui skema kerja sama dan pengembangan kampus.

Iskandar menjelaskan, Sapta Group dipilih karena rekam jejaknya dalam mengelola berbagai institusi ternama, seperti Universitas Sapta Mandiri, AMIK Multicom, hingga Akademi Kebidanan Laksamana.

Keterlibatan grup ini diharapkan mampu menghadirkan institusi pendidikan vokasi yang berdaya saing dan mampu menjawab kebutuhan dunia kerja.

"Tujuannya adalah menciptakan institusi yang adaptif terhadap pembangunan daerah. Kami ingin memperkuat daya saing generasi muda Paser pada masa depan," jelasnya.

Dalam audiensi itu, sementara terungkap sejumlah rencana program studi (prodi) yang akan dibuka. Di antaranya, strata I (S-1) teknik sipil, informatika, perencanaan wilayah dan kota (PWK), PGSD, akuntansi, dan manajemen. Sementara untuk jenjang diploma III akan dibuka kebidanan. (jib/far)

Editor : Faroq Zamzami
#Sapta Group #universitas #paser #Tanah Grogot