PROKAL.CO, TANAH GROGOT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser menyatakan optimisme terhadap stabilitas pertumbuhan ekonomi daerah pada 2026.
Meski sempat dibayangi dampak efisiensi nasional pada tahun sebelumnya, data terbaru menunjukkan tren positif yang didukung oleh mulai bergesernya kebergantungan pada sektor pertambangan.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Bayu Agung Prasetyo, saat menyampaikan laporan Bupati Paser Fahmi Fadli, Rabu (4/5/2026).
Bayu melaporkan bahwa pertumbuhan ekonomi Paser saat ini berada di angka 3,61 persen. Menurutnya, kondisi ekonomi tahun 2026 cenderung lebih baik dibandingkan tahun 2025.
Salah satu indikator utamanya adalah penurunan kebergantungan pada sektor ekstraktif (pertambangan).
Sektor tambang menurun dari 61,00 persen menjadi 54,89 persen. Sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan industri pengolahan mengalami pertumbuhan signifikan.
Munculnya sport tourism dan geliat bisnis rumah tangga konsumen (RTK) melalui belanja online.
"Substitusi sektor ekonomi di masyarakat banyak berpengaruh karena saat ini fokus lebih merata pada kebutuhan primer, sekunder, hingga tersier," kata Bayu Agung.
Selain pertumbuhan ekonomi, BPS juga mencatat peningkatan pada beberapa indikator kualitas hidup masyarakat Paser. Di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2024 adalah 75,13, naik menjadi 75,85 pada 2025. Begitu juga indeks Rasio Gini yang naik dari 0,271 menjadi 0,273.
Capaian ini didukung turunnya tingkat kemiskinan dan stabilnya pengangguran terbuka.
Angka kemiskinan menurun dari 8,63 persen menjadi 8,13 persen. Sedangkan pengangguran terbuka sebesar 4,62 persen, di bawah Kalimantan Timur (Kaltim) 5,18 persen.
Baca Juga: Iran Bantah Gempur Azerbaijan dan Tetangga, Tuding Pihak Lain Jadi Dalang
Bupati Fahmi menyambut baik laporan tersebut. Ia menegaskan, pemerintah akan terus aktif menggali potensi kearifan lokal untuk memperkuat struktur ekonomi daerah agar tidak hanya bergantung pada satu sektor.
"Ini kabar gembira. Kami sangat aktif menggali potensi lokal, termasuk sport tourism yang sudah berjalan hampir setahun ini untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," tutur Bupati Fahmi.
Pertemuan tersebut juga menjadi ajang koordinasi terkait rencana pelaksanaan Sensus Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada Mei hingga Juli 2026 mendatang. (jib/far)
Editor : Faroq Zamzami