TANA PASER – Gelombang dampak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mulai dirasakan secara masif oleh masyarakat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur. Tidak hanya memukul sektor transportasi, kenaikan ini telah memicu lonjakan harga berbagai kebutuhan pokok yang semakin membebani daya beli masyarakat.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Paser, Paulus Margita, mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tetap tenang namun waspada dalam menghadapi tekanan ekonomi ini. "Situasi ini merupakan bagian dari dinamika global yang sulit dihindari. ASN harus mampu menyesuaikan diri, tidak panik, dan tetap rasional dalam menyikapi kondisi ekonomi," ujar Paulus, Selasa (21/4/2026).
Kenaikan harga BBM jenis non-subsidi seperti Pertamax Turbo dan Dexlite disinyalir kuat dipengaruhi oleh ketidakpastian geopolitik internasional yang mengganggu stabilitas energi dunia. Dampaknya merembet hingga ke daerah, di mana harga gas elpiji 3 kilogram di tingkat pengecer dilaporkan melonjak drastis. Dari harga normal sekitar Rp22 ribu, kini menyentuh angka Rp40 ribu hingga Rp45 ribu, bahkan sempat menembus Rp60 ribu pada momen tertentu.
Selain gas elpiji, fluktuasi harga minyak goreng dan komoditas pangan lainnya turut menjadi beban tambahan. Di sisi pemerintahan, operasional kendaraan dinas Pemkab Paser yang mayoritas menggunakan BBM non-subsidi juga memerlukan penyesuaian anggaran yang cukup signifikan.
Paulus mengingatkan bahwa ketergantungan ekonomi dalam negeri terhadap dinamika global sangatlah tinggi, berkaca pada lonjakan harga gandum akibat konflik Rusia-Ukraina sebelumnya. Sebagai langkah mitigasi, ia mendorong ASN untuk mulai disiplin dalam mengelola keuangan keluarga dan menerapkan pola hidup hemat.
"Ke depan tantangan ekonomi bisa semakin kompleks. Penting bagi ASN untuk mulai merencanakan investasi guna menciptakan pendapatan pasif (passive income). Ini krusial agar tidak hanya bergantung pada gaji bulanan, sekaligus sebagai bekal menghadapi masa pensiun," tambahnya.
Dengan kesiapan mental dan perencanaan keuangan yang matang, diharapkan para abdi negara di lingkungan Pemkab Paser dapat menjadi contoh dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global yang masih terus membayangi. (*)
Editor : Indra Zakaria