TANA PASER — Destinasi wisata ikonik Gunung Boga yang terletak di Desa Luan, Kecamatan Muara Samu, Kabupaten Paser, kini mulai kehilangan pesonanya di mata pengunjung. Destinasi alam yang sempat viral dengan pemandangan bagai negeri di atas awan tersebut tengah menghadapi penurunan angka kunjungan wisatawan secara signifikan, sebuah kondisi yang turut memukul perputaran ekonomi warga lokal sekitar.
Penurunan arus wisatawan ini disinyalir tak lepas dari tekanan ekonomi dan efisiensi anggaran masyarakat. Kepala Bidang Kepariwisataan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Paser, Khairuddin, mengonfirmasi bahwa lesunya tingkat kunjungan tidak hanya menimpa Gunung Boga, melainkan juga melanda beberapa objek wisata lainnya di wilayah Paser. Menurutnya, kondisi ekonomi saat ini membuat masyarakat lokal jauh lebih selektif dalam mengalokasikan pengeluaran belanja mereka, termasuk untuk kebutuhan rekreasi dan berwisata.
Kendati kunjungan tengah surut, Disporapar Paser terus berupaya mempercantik kawasan tersebut. Sejumlah infrastruktur pendukung telah dirampungkan untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung, salah satunya adalah pembangunan fasilitas sky view yang dirancang khusus sebagai spot terbaik menikmati panorama awan dari ketinggian. Selain itu, deretan gazebo baru juga telah berdiri sebagai area bersantai bagi para wisatawan.
Sayangnya, pembenahan fasilitas megah dari pemerintah daerah tersebut belum diimbangi dengan kesiapan kelembagaan di tingkat tapak. Pengembangan Gunung Boga sebagai destinasi unggulan berkelanjutan kini justru terganjal oleh belum adanya inisiasi dari Pemerintah Desa Luan untuk mengajukan kawasan tersebut sebagai desa wisata resmi.
Khairuddin menegaskan bahwa penetapan status desa wisata membutuhkan kesadaran dan dorongan awal dari pemerintah desa setempat. Disporapar Paser tidak dapat serta-merta menerbitkan Surat Keputusan (SK) Desa Wisata tanpa adanya usulan resmi dari bawah. Jika proses inisiasi dari Desa Luan sudah berjalan, barulah pemerintah kabupaten dapat memberikan legalitas penuh melalui SK penetapan.
Kini, Gunung Boga berada di persimpangan jalan dengan dua tantangan besar sekaligus. Di satu sisi, pengelola harus menghadapi tren penurunan wisatawan akibat faktor ekonomi. Di sisi lain, penguatan tata kelola destinasi belum bisa melangkah lebih jauh karena stagnasi administrasi di tingkat desa. Padahal, perpaduan antara pesona alam yang indah, fasilitas sky view, dan ketegasan status hukum desa wisata menjadi kunci utama untuk membangkitkan kembali geliat pariwisata serta perekonomian masyarakat Desa Luan.(*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co