PROKAL.CO, TANAH GROGOT – Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Paser menyiagakan seluruh puskesmas untuk mengantisipasi potensi lonjakan penyakit akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda beberapa pekan terakhir.
Kepala Diskes Paser, Amri Yulihardi, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum menerbitkan surat edaran resmi terkait bahaya asap.
"Sampai saat ini belum ada surat edaran ke masyarakat. Namun, kami sudah mengarahkan seluruh unit kerja, khususnya puskesmas, untuk bersiaga menangani setiap kasus yang masuk," kata Amri, Kamis (20/8/2026).
Baca Juga: Dorong Festival Erau Jadi Milik Bersama, Dispar Kaltim Wacana Shuttle Gratis dari Samarinda dan Bali
Berdasarkan data hingga Juli 2026, belum terdapat kenaikan signifikan pada kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), diare, iritasi mata, maupun gangguan pernapasan lainnya. Total kasus ISPA yang terdata mencapai 900 kasus, yang pemicunya dipastikan bukan hanya berasal dari asap karhutla.
Untuk memastikan kesiapan penanganan, Diskes Paser menerapkan sistem piket petugas jaga secara bergiliran. Petugas bertugas memantau kondisi harian di posko, memastikan ketersediaan logistik obat-obatan dan alat kesehatan di Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK), serta mengoordinasikan informasi cepat ke TGC Puskesmas di setiap wilayah kerja.
Amri menegaskan, kesiapan tenaga kesehatan dan penguatan koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memberikan perlindungan medis bagi masyarakat selama situasi karhutla.
Baca Juga: Suami Istri Wajib Tahu: 5 Aturan Pernikahan yang Wajib Dipahami Agar Hubungan Tak Berujung Petaka
"Kami ingin memastikan aspek kesehatan selalu siap. Koordinasi lintas sektor harus diperkuat agar pelayanan kepada masyarakat berjalan cepat," katanya.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser bersiap menetapkan status tanggap darurat guna mengantisipasi peningkatatan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Langkah mitigasi ini diambil seiring memuncaknya dampak fenomena kekeringan El Nino pada Agustus.
Kepala BPBD Kabupaten Paser, Ruslan, mengungkapkan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi bersama Tim Reaksi Cepat (TRC) serta lintas sektor untuk merumuskan langkah penanganan terpadu.
"Mitigasi kami ialah penetapan status tanggap darurat. Setelah melakukan rapat dengan lintas sektor, saat ini tinggal menunggu persetujuan bupati," ujar Ruslan, Rabu (19/8/2026).
Ruslan menjelaskan, munculnya titik panas (hotspot) di Kabupaten Paser mayoritas terdeteksi di kawasan bersuhu tinggi seperti area pertambangan, sementara kawasan perkebunan kelapa sawit tergolong relatif aman. Ia juga menegaskan bahwa pemicu utama kejadian karhutla sejauh ini masih didominasi oleh kelalaian manusia.
Masyarakat diharapkan dapat lebih waspada dan tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar.
Baca Juga: Satpol PP PPU Perketat Pengawasan Air Tanah, Developer Mulai Disasar
Kepala BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menjelaskan lonjakan pada Agustus patut menjadi perhatian karena kebakaran terjadi hampir merata di seluruh wilayah di provinsi ini.
Secara akumulatif Januari–Agustus, Kabupaten Kutai Barat (Kubar) menjadi daerah dengan kejadian karhutla terbanyak, yakni 40 kasus, disusul Kabupaten Paser dan Samarinda yang masing-masing mencatat 39 kejadian.
Namun, khusus periode Agustus, tepatnya hingga tanggal 13, Kabupaten Paser mencatat angka tertinggi dengan 31 kejadian. Diikuti Kubar 20 kejadian, Berau 17 kejadian, dan Samarinda 13 kejadian. (jib/far)
Upaya Pencegahan
1. Mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
2. Membatasi kegiatan di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita asma.
3. Menutup rapat pintu, jendela, serta ventilasi rumah untuk menghalau masuknya asap.
4. Memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bergizi seimbang.
5. Mencuci bersih buah dan sayur serta menutup makanan agar terhindar dari debu sisa pembakaran.