"Berapa grade yang bisa kita penuhi. Peta itu penting. Supaya kita tahu perkembangannya dan bisa menyiapkan untuk peningkatannya," tegasnya.
Peta tenaga kerja itu juga harus menggambarkan kondisi grade pada sektor pertambangan, perkayuan, perkebunan, perkapalan dan lainnya.
"Ini penting agar kita terstruktur membina pekerja," jelasnya. Untuk peningkatan kualitas pekerja, tahun ini Disnakertrans telah menyiapkan alokasi untuk 30 orang.
Akmal mengajak serikat pekerja dan perusahaan berpartisipasi dalam perumusan peta jalan ketenagakerjaan tersebut. Sebab kinerja pekerja secara langsung juga akan berdampak pada gerak maju perusahaan.
"Yang penting kita mulai. Jangan bilang banyak. Kalau kemampuan kita 10, kita kerjakan 10. Jangan hanya rencana, apalagi tidak dipikirkan. Saya tidak ingin memberi ruang untuk by pass dan by pass (jalan pintas). Saya mau tenaga-tenaga dari sini yang bekerja di sini. Serapan tenaga kerja kita rendah, karena grade kita kalah," jelasnya.
Akmal menyebut bahwa kasus-kasus by pass itu kesannya tidak banyak. Tapi jika diakumulasikan, jumlahnya pasti banyak. "Contoh pekerja IKN. Waktu pulang tidak bersamaan. Kelihatan waktu kembali dari pulang kampung. Penerbangan penuh," pungkasnya. (mrf/nha)