PROKAL.CO, PENAJAM-Warga Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), kembali akan dimanjakan dengan suguhan seni dan budaya akhir pekan ini, Jumat dan Sabtu (26-27/6/2026).
Adalah Benuo Taka Artfest (BTAF) 2026 yang digelar oleh Sanggar Seni Borneo Benuo Taka (BBT) PPU akan tersaji di Alun-Alun Penyembolum, Kompleks Kantor Bupati PPU.
Baca Juga: PLN UID Kaltimra Ajak Pelanggan Pascabayar Catat Meter Mandiri Lewat PLN Mobile
Ary Febrian Masis, Ketua Panitia BTAF 2026 yang juga Founder Sanggar Seni BBT, mengatakan BTAF 2026 ini merupakan agenda perdana yang digagas pihaknya, dengan proyeksi ke depan masuk dalam calendar of event tahunan.
BTAF 2026, kata dia, terlaksana atas dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan RI melalui Program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan, yang disalurkan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XIV Kalimantan Timur (Kaltim).
Founder BBT terpilih sebagai salah satu penerima program tersebut dan menjadi satu-satunya perwakilan di PPU.
Selain itu, gelaran BTAF 2026 ini juga disinergikan untuk memeriahkan HUT Kabupaten PPU.
Baca Juga: Pecah, Aksi Penari dari Sanggar Seni BBT Memukau Pengunjung Alun-Alun Penyembolum Penajam
"Benuo Taka Artfest 2026 bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan ruang temu, ruang tumbuh, dan perayaan kreativitas bagi seluruh lapisan masyarakat,” katanya.
“Kami mengajak seluruh warga Penajam Paser Utara dan sekitarnya untuk hadir, meramaikan, dan menjadi saksi bangkitnya talenta-talenta lokal yang siap membawa seni tradisi kita ke level yang lebih tinggi. Mari bersama-sama kita apresiasi kebudayaan kita sendiri,” sambungnya.
Pihaknya mengundang unsur pemerintah daerah dan pemangku kepentingan, serta membuka ruang selebar-lebarnya untuk masyarakat umum agar dapat menikmati festival ini secara gratis.
Kata dia, BTAF 2026 dikemas secara spesial dan dinamis dengan memadukan empat unsur utama sekaligus.
Yakni, permainan tradisional, pameran museum budaya mini, pementasan seni dan budaya (kolaborasi seni tari, musik, dan teater), serta gebyar UMKM lokal.
“Event berskala besar ini melibatkan sedikitnya 100 insan seni (termasuk penari, pemusik, aktor, dan kru produksi) yang sebagian besar merupakan generasi muda kreatif lokal,” katanya.
Pihaknya mempersiapkan acara ini, mulai proses produksi, latihan intensif, hingga persiapan teknis di lapangan sekitar dua bulan.
Berikut jadwal event yang disajikan. Nostalgia permainan tradisional pada Jumat, 26 Juni 2026, mulai pukul 14.00 hingga 18.00 Wita.