Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Tengah Hari, Si Jago Merah Menghanguskan Rumah di Sungai Parit, Dua Anak Meninggal 

Redaksi • Kamis, 9 Juli 2026 | 16:43 WIB
KORBAN KEBAKARAN: Tim gabungan mengevakuasi korban meninggal pada kebakaran di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kamis, 9 Juli 2026. AHMAD MAKI/KALTIM POST
KORBAN KEBAKARAN: Tim gabungan mengevakuasi korban meninggal pada kebakaran di Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU, Kamis, 9 Juli 2026. AHMAD MAKI/KALTIM POST

PROKAL.CO, PENAJAM— Sebuah tragedi memilukan terjadi di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU). 

Saat mentari menuju ke tengah hari, sekira pukul 11.20 Wita, Kamis (9/7/2026), kebakaran yang menyisakan kepedihan mendalam melanda rumah warga di RT 06, Kelurahan Sungai Parit, Kecamatan Penajam, Kabupaten PPU.

Baca Juga: Mentan Amran Dorong Implementasi Pertanian Modern PM-AAS, Pendapatan Petani Naik Tiga Kali Lipat

Satu rumah panggung dua lantai bermaterial kayu hangus terbakar, dan musibah ini merenggut korban jiwa. Dua anak meninggal dalam kebakaran itu, sementara seorang ibu mengalami luka bakar serius.

Informasi yang dihimpun Kaltim Post (grup Prokal.co) di lapangan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, menerima laporan kebakaran pertama kali melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) pada pukul 11.30 Wita. 

Saat itu, api dilaporkan membakar bangunan berukuran kurang lebih 6×8 meter. Tim gabungan pun segera berupaya melakukan pemadaman dibantu warga sekitar.

Setelah berjibaku dengan api selama lebih dari satu jam, tim gabungan berhasil meredam amukan si jago merah dan menyelesaikan proses pendinginan secara total pada pukul 12.40 Wita. 

Proses pemadaman saat itu melibatkan tim gabungan dari DPKP Pos Penajam dan DPKP Pos Petung, BPBD PPU, Polres PPU, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Sosial (Dissos), petugas dari PLN, Babinsa, Bhabinkamtibmas, lurah Sungai Parit, Pramuka Peduli, ketua RT 06, dan warga sekitar. 

Kepala Pelaksana BPBD PPU, Nurlaila, membenarkan adanya korban jiwa dalam musibah kebakaran ini. 

Baca Juga: Bapak-Bapak, Yuk Antar Anak pada Hari Pertama Masuk Sekolah, Tempat Kerja Diimbau Beri Kelonggaran Izin

Dijelaskan, dua kepala keluarga (KK) dengan total sembilan jiwa terdampak musibah ini. Sementara dua anak dinyatakan meninggal dunia (MD) di tempat kejadian. 

"Kami menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini. Saat ini penanganan darurat telah selesai dilakukan oleh tim gabungan," ujar Nurlaila.

Ia merincikan, korban meninggal dunia diidentifikasi sebagai Muhammad Abizar Al Qhani (7), anak dari pasangan Darussalam (49) dan Ummul Khaeri (46). 
 
Keluarga ini menempati rumah tersebut bersama dua anggota keluarga lainnya, yaitu Nahdatu Magfira (23) dan Nurul Fahimah (21). 
 
Sementara itu, korban meninggal dunia kedua adalah Muhtiti Fatur Frahardika (4), anak dari pasangan Muhammad Sahlan (28) dan Nurhadija (28). 
 
"Dalam keluarga kedua ini, sang ibu Nurhadija, mengalami luka bakar serius setelah berupaya menyelamatkan diri dari amukan api, sedangkan anak terkecil mereka yang masih bayi, Rajwa Assafa (6), dilaporkan selamat," rincinya. 
 
Terkait penyebab kebakaran yang menghanguskan bangunan kayu dan merenggut nyawa ini belum diketahui pasti. 
Baca Juga: Prancis vs Maroko: Singa Atlas Bertekad Jinakkan Les Bleus demi Tiket Semifinal Piala Dunia 2026
Pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna proses penyelidikan lebih lanjut.
 
"Dua korban anak yang meninggal dunia langsung dievakuasi ke RSUD Ratu Aji Putri Botung (RAPB) untuk dilakukan proses autopsi. Pihak keluarga berencana segera melakukan proses pemulasaran jenazah dan memakamkan kedua korban di Penajam," tuturnya. (ami/far)
Editor : Faroq Zamzami
#kebakaran #ppu #penajam