Kabut Asap dan Debu Kemarau Meneror PPU, Kasus ISPA Melonjak Tajam Tembus 2.364 Pasien

Redaksi Prokal • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 13:47 WIB
ilustrasi ISPA
ilustrasi ISPA

PENAJAM – Dampak musim kemarau panjang yang diiringi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai mengancam kesehatan masyarakat Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur. Kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) di wilayah ini mengalami lonjakan drastis dari yang sebelumnya hanya 636 kasus, kini melonjak drastis mencapai 2.364 kasus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten PPU, Lukasiwan Eddy Saputro, mengonfirmasi peningkatan signifikan ini berdasarkan akumulasi data laporan puskesmas di empat kecamatan.

"Kemarau yang masih berlangsung sampai saat ini berdampak pada kualitas udara dan kesehatan. Terjadinya kasus ISPA terutama dari dampak karhutla, sebaran debu selama musim kemarau sehingga memengaruhi kualitas udara," jelas Lukasiwan pada Jumat (18/9).

Menyikapi lonjakan penyakit pernapasan ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU memperketat pengawasan udara di seluruh wilayahnya. Pengukuran kualitas udara kini rutin digelar dua kali sehari—pada pagi dan siang hari—di 11 puskesmas secara intensif, baik di dalam maupun di luar ruangan. 

Fokus pemantauan dititikberatkan pada tingkat keparahan partikel debu halus dan asap (Particulate Matter PM2,5 dan PM10) yang sangat rentan terhirup masuk ke paru-paru masyarakat.

"Kualitas udara masuk kategori tidak sehat, terutama di wilayah yang berada di dekat titik kebakaran hutan dan lahan," tambah Lukasiwan.

Atas kondisi buruk tersebut, Pemkab PPU menginstruksikan seluruh fasilitas kesehatan untuk melakukan langkah penanganan dini. Petugas faskes juga aktif mengimbau warga agar senantiasa menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah guna membendung paparan debu dan kabut asap.(*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
ispa