Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menembus Hutan Sepaku demi "Niagara Tembinus": Pesona Tersembunyi di Jantung Kalimantan Timur

Redaksi Prokal • 2026-01-08 12:00:00
Air Terjun Tembinus dengan aliran deras dan tebing batu berlapis di tengah hutan tropis Sepaku yang masih alami. (Foto koleksi BTV)
Air Terjun Tembinus dengan aliran deras dan tebing batu berlapis di tengah hutan tropis Sepaku yang masih alami. (Foto koleksi BTV)

 

PROKAL.CO- Kalimantan Timur tidak hanya soal hiruk pikuk pembangunan Ibu Kota Nusantara. Di balik rimbunnya hutan Desa Bukit Raya, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, tersimpan sebuah permata alami yang kini kembali menjadi perbincangan hangat: Air Terjun Tembinus. Dikenal dengan julukan "Niagara Tembinus", destinasi ini menawarkan pelarian sempurna bagi mereka yang merindukan suasana hutan tropis yang murni dan menenangkan.

Perjalanan menuju Tembinus adalah sebuah petualangan tersendiri. Terletak di kawasan Hak Guna Usaha PT ITCI Hutani Manunggal, pengunjung harus melintasi jalur darat dari Balikpapan atau Penajam, kemudian menyusuri jalan hutan (logging road). Sensasi eksplorasi semakin terasa saat pengunjung harus melakukan trekking sejauh satu kilometer melalui jalan setapak. Rimbunnya pepohonan tinggi dan suara serangga hutan menjadi teman setia sepanjang langkah, memberikan kesan petualangan yang otentik bagi para pecinta alam.

Julukan Niagara Tembinus bukanlah tanpa alasan. Dengan ketinggian mencapai 25 hingga 30 meter, air terjun ini menyuguhkan pemandangan megah berupa aliran air deras yang jatuh dari tebing batu berlapis. Di bawahnya, terbentuk kolam alami yang dikelilingi oleh vegetasi hijau yang rapat, menciptakan lanskap fotogenik yang memanjakan mata. Suara gemuruh air yang berpadu dengan keheningan hutan menciptakan atmosfer relaksasi yang sulit ditemukan di tempat lain.

Aktivitas di kawasan ini memang dirancang untuk menikmati keasrian alam secara maksimal. Pengunjung biasanya menghabiskan waktu dengan berfoto di sudut-sudut tebing batu yang eksotis atau sekadar duduk santai menikmati semilir angin dan udara sejuk. Meski kolam alaminya sangat menggoda, daya tarik utama Tembinus tetap pada kedamaian yang ditawarkannya—sebuah ruang untuk rehat sejenak dari rutinitas harian yang padat.

Bagi masyarakat yang tertarik berkunjung, perlu dicatat bahwa Air Terjun Tembinus biasanya hanya dibuka pada akhir pekan, yakni Sabtu dan Minggu, dengan batasan waktu hingga sore hari. Dengan biaya masuk yang sangat terjangkau, fasilitas dasar seperti toilet dan area parkir sudah tersedia untuk mendukung kenyamanan. Namun, faktor keselamatan tetap menjadi prioritas utama; pengunjung sangat disarankan menggunakan alas kaki yang tepat dan memantau kondisi cuaca, mengingat medan jalan bisa menjadi sangat licin saat musim hujan.(*)

Editor : Indra Zakaria