BONTANG - Partai Golongan Karya (Golkar) menargetkan tujuh kursi DPRD Kota Bontang. Target ini diyakini bisa tercapai pada pemilu tahun ini. “Untuk Dapil Bontang Utara dan Selatan masing-masing tiga kursi, dan Bontang Barat satu kursi,” terang Ketua DPD Bontang Partai Golkar Andi Faizal Sofyan Hasdam.
Berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) yang dilakukan internal Golkar, ia menyebutkan sejumlah nama yang memiliki perolehan suara terbanyak. Dari Bontang Selatan, ada nama baru yakni Alfin Rausan Fikry. Disusul Yassier Arafat dan Nursalam. Sementara di Bontang Utara, dirinya masih memperoleh suara terbanyak. “Lebih dari enam ribu suara,” ujarnya.
Selanjutnya diisi legislator petahana yakni Rustam. Kemudian posisi ketiga suara terbanyak yaitu Ubayya Bengawan. Lebih lanjut, suara terbanyak untuk Bontang Barat diraih Aloysius Roni.
Kendati demikian, pihaknya masih menanti hasil akhir penghitungan suara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Apabila partainya keluar sebagai pemenang, pihaknya akan mendiskusikan bersama internal partai untuk menentukan siapa yang duduk di posisi ketua DPRD Kota Bontang.
“Tentu dengan berbagai pertimbangan dan kriteria, seperti perolehan suara termasuk pengabdian kepada partai,” tandasnya.
Sebagai informasi, Golkar selalu menjadi pemenang dalam dua periode beruntun. Terakhir pada pileg 2019, Golkar menyumbang lima kursi di Bontang Lestari (Sekretariat DPRD).
Lima kursi itu rinciannya 2 dari Dapil Bontang Selatan, 2 dari Bontang Utara, dan 1 Bontang Barat. Kala itu Golkar meraih 16.300 suara. Rinciannya Bontang Utara 7.286, Selatan 7.314, dan Barat 1.700 suara.
CALON WAKIL TERMUDA
Calon legislatif (caleg) DPRD Kota Bontang Alfin Rausan Fikry memperoleh suara tertinggi di daerah pemilihan (dapil) Bontang Selatan. Hal itu berdasarkan hasil perhitungan cepat (quick count) yang diselenggarakan timnya.
Ia menyebut, perolehan suara tersebut dihimpun dari seluruh tempat pemungutan suara (TPS) di Bontang Selatan sebanyak 3.683 suara. Disusul Yassier Arafat dengan perolehan suara 3.154 suara dan Nursalam 1.830 suara. “Dari beberapa TPS yang saya temui, nama saya teratas,” katanya saat dikonfirmasi.
Dengan perolehan tersebut, ia optimistis dapat duduk di kursi parlemen periode 2024–2029. “Iya, harus optimis,” ujarnya. Meski begitu, pria yang diusung Partai Golongan Karya itu masih menunggu keluarnya hasil resmi penghitungan suara.
Apabila Alfin berhasil maju mewakili Bontang Selatan, dapat dikatakan ia menjadi legislator termuda di Bontang karena usianya yang masih 24 tahun. “Insyaallah. Kami masih tunggu juga hasil resminya dari KPU,” tandasnya. (kpg/ak/ind/k16)
Editor : Indra Zakaria