Selepas pileg lalu, kabar tak sedap menggelayuti Gerindra. Kendati keluar sebagai partai pemenang pemilu di Samarinda dan berhak mendapat kursi pimpinan DPRD, suara yang diraup Gerindra, khususnya di perebutan DPR RI dapil Kaltim di Samarinda, jauh dari kata memuaskan.
SAMARINDA-Riak Pilkada Kaltim 2024 yang akan digelar November mendatang mulai membubung. Selain pemandangan borong partai politik yang tersaji akhir-akhir ini, pucuk pimpinan partai juga ikut terkapar. Seperti yang terjadi dengan DPD Gerindra Kaltim.
Jelang pendaftaran bakal pasangan calon pilkada ke KPU, kursi ketua yang diemban Andi Harun beralih ke Budisatrio Djiwandono. Surat pergantian itu langsung diserahkan Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, Senin (14/7). Sekretaris DPD Gerindra Kaltim Seno Aji membenarkan adanya pergantian tersebut. “Perubahan struktur ini sebagai penyegaran organisasi saja,” ucapnya dikonfirmasi via seluler.
Kendati pergantian terjadi jelang digelarnya pilkada se-Kaltim, wakil ketua DPRD Kaltim ini menegaskan tak akan mengganggu kerja-kerja politik partai untuk mengusung figur andalan nanti. “Gerindra tetap solid menyongsong pilkada,” imbuhnya. Di bawah komando anyar, Gerindra Kaltim akan segera mengonsolidasikan calon-calon kepala daerah yang akan diusung di pilkada, baik tingkat provinsi atau kabupaten/kota. Serta menyusun alat kelengkapan dewan yang didapat Gerindra dari pemilu legislatif (pileg) Februari lalu.
Seno enggan menanggapi terkait isu yang sempat berhembus jika pergantian ini terjadi lantaran “perang dingin” antara Andi Harun dan Budisatrio yang notabene keponakan Prabowo Subianto, imbas hasil pileg di Samarinda. “Hanya penyegaran organisasi saja,” tegasnya. Selepas Pileg 2024 lalu, kabar tak sedap menggelayuti Gerindra. Kendati keluar sebagai partai pemenang pemilu di Samarinda dan berhak mendapat kursi pimpinan di DPRD, suara yang diraup Gerindra, khususnya di perebutan DPR RI daerah pemilihan Kaltim di Samarinda jauh dari kata memuaskan.
Sementara itu, Budisatrio menegaskan akan bergerilya untuk menyajikan kemenangan untuk Gerindra di Kaltim ke depannya. Untuk diketahui, Andi Harun menjabat ketua DPD Gerindra Kaltim sejak April 2018 lalu usai ditinggal ketua sebelumnya, Yusran Aspar, mantan bupati Penajam Paser Utara (PPU). Dua tahun kemudian, Gerindra mengusung Andi Harun maju pada Pilwali Samarinda 2020 berpasangan dengan Rusmadi Wongso. Sementara pada Pilkada Serentak 2024, Andi Harun memilih maju lewat jalur independen.
Prabowo Subianto Serahkan SK Pengusungan Rudy Mas`ud – Seno Aji
PADA bagian lain, foto Rudy Mas`ud dan Seno Aji bertemu Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beredar kemarin. Dalam gambar yang juga diunggah Rudy Mas`ud di akun media sosial pribadinya itu, terlihat dirinya dan Seno bergandengan tangan dengan presiden terpilih periode 2024-2029 itu. Tak hanya itu, ada gambar lain yang menunjukkan Rudy–Seno menerima surat keputusan pengusungan Gerindra sebagai calon gubernur dan wakil gubernur dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim November mendatang.
Dikonfirmasi soal ini, Seno Aji menuturkan pertemuan yang terjadi di ruang kerja Kementerian Pertahanan itu hanyalah simbolis penyerahan SK yang sudah diterima keduanya. “SK sebenarnya sudah diterima pekan lalu, Ini diberikan simbolis saja sekaligus ada pesan untuk kami berdua dari Pak Prabowo,” tuturnya. Sebelumnya, pada 11 Juli lalu, Rudy telah menerima surat pengusungan itu dari Ketua Harian DPP Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Lanjut Seno, Prabowo Subianto meminta keduanya mengawal stabilitas politik di Kaltim dalam Pilkada Serentak 2024 agar tak menghambat kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. “Kami siap mengawal agar tak timbul konflik. Kami hanya ingin merangkul semua pihak bersama-sama membangun Kaltim,” tegasnya. Tak hanya tentang itu, Prabowo juga menekankan agar duet ini bisa mendukung berbagai kegiatan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Bagi Seno, IKN jelas wajib didukung karena memberi manfaat yang besar bagi Kaltim nantinya. “Pesan beliau jadi panduan kami menjalankan tanggung jawab kami di daerah,” singkatnya. Diketahui, syarat minimal untuk bisa mendaftar ke KPU adalah, pasangan calon harus diusung minimal 20 persen jumlah kursi partai atau gabungan partai di DPRD setingkat hasil pemilu teranyar.
Dengan demikian, jumlah kursi keterwakilan di DPRD Kaltim hasil pemilu legislatif pada 14 Februari 2024 lalu jadi tolok ukur. Dari 55 kursi yang ada, pasangan calon harus diusung keterwakilan dengan jumlah minimal 11 kursi. Di Karang Paci, sebutan DPRD Kaltim, Golkar punya 15 kursi; Gerindra 10 kursi, PKB 6 kursi; PAN 4 kursi; PKS 4 kursi; dan NasDem 3 kursi. Total ada 42 kursi yang sudah menyatakan sikap mendukung Rudy Mas`ud – Seno Aji. (riz)
ROOBAYU
lawlietroobayu@gmail.com
Editor : Indra Zakaria