“Kami sudah mendeteksi yang tertinggi berada di Kukar, dengan IKP 44,28 persen. Karena wilayahnya banyak wilayah remote. Pemilihnya juga cukup besar. Untuk mengantisipasi kondisi-kondisi seperti ini, kami kembali selalu melakukan komunikasi dengan teman-teman penyelenggara pemilu dan pendukungnya. Sehingga kami bisa mengantisipasi,” ujar Akmal Malik. (kip/dwi/jnr)
PROKAL.CO-Wilayah Kalimantan Timur (Kaltim) masuk dalam lima provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024.
Dengan indeks kerawanan politik (IKP) sebesar 77,04 persen. Kaltim berada pada peringkat lima, di atas Jawa Barat (Jabar) dengan IKP yang sama.
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengungkapkan, selain lima provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi, ada pula 21 provinsi dengan tingkat kerawanan sedang.
Salah satunya Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan IKP 53,35 persen.
Ada pula tingkat kerawanan rendah sebanyak 8 provinsi.
Ada 3 provinsi di Kalimantan, yakni Kaltara dengan IKP 20,36 persen, lalu Kalimantan Tengah (Kalteng) sebesar 18,77 persen, dan Kalimantan Barat (Kalbar) dengan IKP 12,69 persen.
“Secara umum ada lima provinsi dengan tingkat rawan tinggi. Sedangkan rawan sedang ada 21 provinsi, dan rawan rendah ada 8 provinsi. Jadi rata-rata adalah rawan sedang saja,” katanya dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan wamendagri dan Penjabat (Pj) gubernur se-Kalimantan membahas persiapan dan kesiapan Pilkada Serentak 2024 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (20/11).
Mantan Wali Kota Bogor itu mengungkapkan, data tingkat kerawanan tersebut berasal dari input atau masukan secara berjenjang untuk provinsi dan kabupaten/kota.
Dan akan terus diperbarui pada desk pilkada, untuk mencermati data tersebut.
“Terutama daerah-daerah yang merah ini. Se-Indonesia ada sekitar 90 wilayah, baik provinsi, kabupaten, dan kota yang dikatakan tingkat kerawanan tinggi. Yang perlu kita cermati tujuh hari ke depan,” ucapnya.
Pj Gubernur Kaltim Akmal Malik mengatakan, walaupun masuk dalam lima besar daerah dengan kerawanan tinggi, pihaknya sudah memetakan dengan baik.
Terkait dengan 10 kabupaten/kota di Bumi Etam yang dianggap rawan.
“Sepuluh daerah ini sudah kami petakan. Dan kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman penyelenggara dan APH (aparat penegak hukum), terkait langkah-langkah antisipasi ke depan,” katanya.
Berdasarkan data IKP Serentak Tahun 2024 di Kaltim, yang paling tinggi berada di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), yakni 44,28 persen.
Dengan faktor jumlah pemilih yang besar. Serta terdapat situasi gesekan politik yang cukup besar antara petahana dan calon lainnya.
Selanjutnya Kabupaten Kutai Timur (Kutim) dengan IKP 24,28 persen.
Faktornya, calon yang maju dinilai relatif memiliki elektabilitas berimbang. Dan adanya kemungkinan hasil akhir suara dengan selisih tipis.
Lalu ada Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dengan IKP 23,57 persen.
Dengan indikator adalah salah satu daerah dengan pasangan calon terbanyak di Kaltim.
Dan adanya kemungkinan pengerahan pekerja IKN non-KTP daerah yang dimanfaatkan untuk penggelembungan suara.
Di Balikpapan, IKP sebesar 22,85 persen. Faktornya, banyak pendatang yang berada di wilayah yang memungkinkan penggelembungan suara non-KTP.
Dan adanya persaingan kubu pasangan calon masyarakat asli dan pendatang.
Selebihnya berada di bawah 10 persen, yakni Kabupaten Berau sebesar 5,71 persen.
Faktornya adalah adanya kemungkinan selisih suara yang tipis antara pasangan calon.
lalu Kota Samarinda sebesar 3,57 persen. Dengan faktor relatif tidak banyak dinamika dengan hanya satu pasangan calon.
Ada pula Kota Bontang, Paser, Kutai Barat (Kubar), dan Mahakam Ulu (Mahulu) yang masing-masing memiliki IKP sebesar 1,42 persen.
Untuk Bontang memiliki faktor dengan empat pasangan calon yang memungkinkan adanya money politic secara terang-terangan.
Lalu Paser, Kubar, dan Mahulu dengan kondisi politik relatif tidak banyak penonjolan.
Tetapi kondisi wilayah akan mempengaruhi proses pendistribusian logistik.
Editor : Indra Zakaria