PROKAL.CO, TENGGARONG – Wacana perubahan mekanisme pemilihan kepala daerah kembali mengemuka. Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Aulia Rahman Basri menilai pemilihan kepala daerah (pilkada) melalui DPRD sebagai opsi politik yang layak dipertimbangkan.
Di tengah sorotan terhadap mahalnya biaya pemilu dan tuntutan efektivitas pemerintahan daerah. Aulia menilai diskursus pilkada tak langsung tidak seharusnya dipahami secara hitam-putih antara pro dan kontra.
Yang lebih penting, kata dia, adalah memastikan sistem politik mampu menghasilkan pemerintahan yang bekerja dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Proses pemilihan, disebut Aulia anya sebentar. Namun kerja pemerintah setelah terpilih jauh lebih panjang. Sehingga yang dipikirkan adalah bagaimana masyarakat bisa merasakan program-program dan hadirnya pemerintah.
"Kita harus lebih fokus dalam membuat masyarakat merasakan program-program pemerintah," ucap Aulia, Jumat (16/1).
Pilkada melalui DPRD berpotensi memangkas beban anggaran negara dan daerah yang selama ini terserap besar dalam penyelenggaraan pemilu langsung. Dana tersebut, eloknya dapat dialihkan untuk memperkuat layanan publik, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar.
Meski demikian, Aulia menegaskan mekanisme tersebut hanya relevan jika DPRD benar-benar menjalankan fungsi representasi politik rakyat. Legitimasi kepala daerah tetap bersumber dari masyarakat yang memilih wakilnya di parlemen.
“Kalau kita menolak pemilihan lewat DPRD, itu sama saja kita mendelegitimasi rakyat yang memilih DPRD,” tegasnya.
Ia berpandangan, pilkada melalui DPRD bukan kemunduran demokrasi, melainkan bentuk lain dari praktik demokrasi perwakilan. DPRD, sebagai representasi rakyat, memiliki kewajiban menyerap aspirasi publik sebelum menentukan pilihan kepala daerah.
Dengan demikian, fokus demokrasi tidak berhenti pada sistem pemilihan, tetapi berlanjut pada kualitas pemerintahan pasca-pemilu.
Dalam konteks kebijakan daerah, ia menambahkan, efisiensi anggaran menjadi pertimbangan penting agar belanja publik lebih tepat sasaran dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
“Namun sekarang fokus kita adalah bagaimana membuat masyarakat lebih sejahtera dan lebih baik,” kata Aulia. (moe)
Editor : Indra Zakaria