PROKAL.CO- Peta politik nasional kembali bergeliat setelah organisasi kemasyarakatan Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri bertransformasi menjadi partai politik. Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana yang digelar di Jakarta pada Minggu kemarin, organisasi ini secara terbuka mematok target besar: mengantarkan Anies Rasyid Baswedan menduduki kursi Presiden Republik Indonesia pada kontestasi kepemimpinan nasional mendatang.
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, menegaskan bahwa sosok Anies Baswedan bukan sekadar figur yang didukung, melainkan telah menjadi identitas dan ruh perjuangan partai ke depan. Sahrin mengibaratkan hubungan keduanya sebagai satu kesatuan yang tidak terpisahkan, di mana setiap langkah taktis partai akan selalu bermuara pada visi kepemimpinan mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut. Kedekatan ini pun telah dikukuhkan secara administratif melalui pemberian Kartu Tanda Anggota bernomor urut 0001 kepada Anies pada pertengahan Desember lalu.
Keseriusan Gerakan Rakyat untuk terjun ke gelanggang politik formal dibuktikan dengan target pendaftaran di Kementerian Hukum RI yang dipatok selesai pada Februari 2026 mendatang. Sahrin menginstruksikan seluruh jajaran kader untuk bekerja ekstra militan guna memenuhi tumpukan persyaratan verifikasi yang diminta oleh negara. Rasa optimistis menyeruak dalam forum Rakernas tersebut, seiring dengan tekad mereka untuk membangun struktur partai yang solid di berbagai tingkatan daerah.
Langkah berani Gerakan Rakyat ini diprediksi akan mengubah konstelasi politik menjelang pemilu mendatang. Dengan menjadikan Anies Baswedan sebagai magnet utama, partai ini berupaya menarik ceruk pemilih yang menginginkan narasi perubahan dan kepemimpinan baru. Kini, fokus utama partai baru ini adalah memastikan legalitas formal mereka diakui negara agar mesin politik yang mereka bangun dapat berlari kencang menuju cita-cita menguasai kursi nasional.(*)
Editor : Indra Zakaria