PROKAL.CO, SAMARINDA – Persaingan memperebutkan kursi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di 10 kabupaten/kota di Kalimantan Timur kian mengerucut. Dari 42 nama yang sempat diusulkan pada tahap awal, kini tersisa 15 kandidat yang dinyatakan lolos ke tahap lanjutan.
Para kandidat tersebut akan mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK) Tahap II untuk masa bakti 2026–2031. Tahapan ini menjadi bagian dari rangkaian Musyawarah Cabang (Muscab) serentak yang digelar PKB di Kalimantan Timur.
Ketua Tim Penataan Struktur DPC PKB Kaltim, Michael Adams, mengatakan seleksi dilakukan secara bertahap dan ketat guna menjaring figur yang dinilai mampu memperkuat organisasi partai di tingkat daerah.
“Pada tahap awal ada 42 nama calon yang diusulkan dari 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur,” ujar Michael di kantor DPW PKB Kaltim, Samarinda, didampingi Sekretaris DPW PKB Kaltim Alif Ndasi dan Bendahara Alauddin.
Menurut dia, pada tahap berikutnya para kandidat diwajibkan menyusun proposal berisi program kerja dan rencana strategis. Dokumen tersebut menjadi salah satu bahan penilaian penting dalam proses seleksi.
“Proposal tersebut harus memuat arah penguatan organisasi hingga pola dasar pergerakan partai,” kata dia.
Persaingan paling ketat terlihat di Kota Samarinda dan Kabupaten Kutai Kartanegara. Di dua daerah tersebut masing-masing terdapat empat kandidat yang akan bersaing memperebutkan posisi ketua DPC.
Penentuan akhir calon ketua DPC, lanjut Michael, akan dilakukan oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB setelah melalui seluruh rangkaian UKK. Penilaian tidak hanya mencakup kapasitas kepemimpinan, tetapi juga kemampuan membangun struktur organisasi hingga tingkat akar rumput.
PKB juga menekankan pentingnya keterwakilan perempuan dan strategi merangkul pemilih muda, termasuk generasi milenial dan generasi Z, sebagai bagian dari indikator penilaian.
Calon ketua DPC harus mampu membentuk struktur hingga tingkat desa atau kelurahan, merangkul kader perempuan, serta memiliki strategi untuk menarik pemilih muda,” ujarnya.
UKK Tahap II dijadwalkan berlangsung pada 21 April 2026 dengan melibatkan tim penguji dari DPP PKB. Hasil uji tersebut akan menjadi dasar penentuan pimpinan DPC PKB di masing-masing daerah untuk lima tahun ke depan. Adapun, posisi DPC PKB di Kutai Timur belum masuk dalam daftar karena akan ditangani langsung oleh DPP. Hal ini berkaitan dengan hasil pemilihan legislatif sebelumnya, di mana PKB tidak memperoleh kursi di daerah tersebut. (*)
Daftar 15 Kandidat Ketua DPC PKB Kaltim:
Paser: Fahmi Fadli
Kutai Kartanegara: Eko Wulandanu, Desman Minang Endianto, Dedik Harianto, Sarpin
Berau: Sutomo Jabir
Samarinda: Jahidin, Wahyudin, Rusdi Doviyanto, Aris Mulyanata
Balikpapan: Michael Adams
Bontang: Firman
Penajam Paser Utara: Irawan Heru S
Mahakam Ulu: Martin Hat
Kutai Barat: Rita Asmara Dewi
Tahapan UKK ini menjadi penentu utama arah kepemimpinan PKB di tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Timur dalam lima tahun mendatang.
Editor : Indra Zakaria