Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Kaltim Bola Daerah Kriminal Nasional Lifestyle Bisnis Sport

Gubernur Rudy Mas'ud Diteriaki "Huuuu" oleh Massa, Pelantikan Pengurus PAN se-Kaltim Jadi Panggung Ujian Loyalitas

Redaksi Prokal • Minggu, 26 April 2026 | 08:49 WIB
Rudy Mas
Rudy Mas'ud ditengah pelantikan DPW- DPD kabupaten kota se-Kaltim, Sabtu (25/4),

 
SAMARINDA – Agenda pelantikan pengurus DPW dan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) se-Kalimantan Timur periode 2026–2031 di Samarinda Convention Hall, Sabtu (25/4), berlangsung penuh dinamika. Di tengah kemeriahan yang dihadiri deretan artis ibu kota, suasana mendadak riuh dengan nada sumbang saat sosok Rudy Mas'ud tampil di podium untuk memberikan sambutan.

Pantauan di lokasi, sorakan "huuuuu" dari massa yang memadati ruangan berkali-kali memotong momen Rudy Mas'ud saat berbicara di depan pengurus PAN. Meski kehadiran Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) dan tokoh-tokoh seperti Eko Patrio hingga Uya Kuya memberikan nuansa pesta, resistensi massa terhadap Rudy Mas'ud tak terbendung, menciptakan kontras tajam di tengah seremoni pelantikan.

Sementara itu Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam pidatonya justru menekankan pentingnya loyalitas dan konsistensi. Tanpa menyebut langsung insiden sorakan tersebut, Zulhas mengingatkan para kader bahwa perjuangan politik membutuhkan keteguhan hati.

"Tiga kali pemilu kita dukung Pak Prabowo. Tiga kali kalah, baru kali ini menang. Kenapa? Karena kita setia," tegas Zulhas di hadapan ribuan kader.

Pernyataan ini seolah menjadi pesan tersirat bagi internal partai agar tetap solid pada garis instruksi pusat, meski arus bawah menunjukkan reaksi yang berbeda terhadap figur-figur tertentu yang hadir dalam koalisi.

Ketua DPW PAN Kaltim, Erwin Izharuddin, dalam sambutannya mencoba meredam suasana dengan mengajak kader fokus pada kerja kolektif. Ia menegaskan bahwa target besar PAN masuk empat besar nasional tidak bisa dicapai dengan perpecahan.

"Jangan biarkan ketua umum bekerja sendiri. Semua pengurus hingga kader mesti turun bantu rakyat. Kerja politik PAN ke depan harus lebih terstruktur dan menyentuh langsung masyarakat," ujar Erwin.

Terlepas dari insiden "booo" terhadap Rudy Mas'ud, Zulhas memuji pelantikan di Kaltim ini sebagai yang terbesar dan terbaik di Indonesia. Kehadiran delegasi pusat yang lengkap—mulai dari Pasha Ungu, Desy Ratnasari, hingga Venna Melinda—menunjukkan posisi strategis Kaltim dalam peta politik PAN menuju 2029.

Agenda ini kemudian dilanjutkan dengan Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II untuk menyusun strategi pemenangan dan penguatan basis massa di Bumi Etam. Tantangan bagi pengurus baru kini bukan hanya soal elektoral, melainkan bagaimana menyatukan suara kader yang tampak masih terbelah di lapangan. (*)

Editor : Indra Zakaria
#pan