Wali Kota Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Tanpa Politik Uang

Muhamad Yamin • Dipublikasikan Sabtu, 8 Agustus 2026 | 19:08 WIB
Andi Harun
Andi Harun

PROKAL.CO, SAMARINDA – Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang lebih berkualitas dengan mengedepankan rekam jejak, program, dan komitmen calon, bukan politik uang.

Hal itu disampaikan Andi Harun usai menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Samarinda, Sabtu (8/8/2026). Ia mengatakan, menjelang agenda politik mendatang, sejumlah partai mulai kembali mengaktifkan mesin politiknya. Menurutnya, preferensi masyarakat dalam memilih kepala daerah juga menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan arah dukungan pada Pilkada mendatang.

"Oleh sebab itu saya bilang begini, kalau mau mengharap dukungan, tidak harus. Saya enggak boleh juga GR. Saya siapa sih?" ucapnya saat diwawancarai media. Orang nomor satu di Kota Tepian tersebut menegaskan, apabila nantinya memberikan dukungan dalam Pilkada mendatang, dirinya ingin memilih calon kepala daerah yang memiliki kualitas, mengedepankan keberlanjutan pembangunan, serta berkomitmen menciptakan kontestasi politik yang sehat.

"Saya bertekad mungkin akan mendukung calon kepala daerah yang benar-benar mengusung tentang kualitas, mengusung tentang keberlanjutan, dan mengusung tentang Pilkada yang sehat," katanya. Andi Harun juga mengingatkan bahaya politik uang dalam kontestasi Pilkada. Menurutnya, calon yang mengeluarkan biaya besar untuk memperoleh dukungan berpotensi menghadapi persoalan dalam menjalankan pemerintahan jika terpilih.

"Setiap kepala daerah yang menghabiskan uang banyak, kita enggak bisa jamin kalau tidak menimbulkan efek kepemimpinan yang koruptif, yang tidak berpikir bagaimana mengembalikan dengan cara-cara yang tidak benar," tegasnya. Karena itu, ia berharap kualitas perilaku pemilih di Samarinda yang dinilai semakin baik dapat terus dipertahankan. Ia bahkan berharap para calon kepala daerah nantinya berani mendeklarasikan komitmen untuk tidak menggunakan cara-cara pragmatis dalam meraih dukungan.

"Kita tunggu sebenarnya ada deklarasi, ada pernyataan dari para calon kepala daerah berjanji berkomitmen kepada rakyat untuk tidak lagi menggunakan cara-cara pragmatis begitu," ujarnya.

Tetap Patuh pada Arahan Gerindra

Ketika ditanya apakah sikap tersebut membuka kemungkinan dirinya mendukung calon di luar Partai Gerindra, Andi Harun menegaskan posisinya sebagai kader partai tetap tidak berubah. Menurutnya, pernyataannya terkait kriteria calon kepala daerah disampaikan dalam kapasitasnya sebagai Wali Kota Samarinda, bukan sebagai representasi keputusan politik Partai Gerindra.

"Political standing saya itu tetap, enggak bisa bergeser sebagai kader Partai Gerindra. Tadi saya sambutan dalam kapasitas sebagai wali kota," jelasnya. Ia menegaskan, sebagai kader, dirinya tetap menjadikan arahan DPP Partai Gerindra sebagai patokan dalam menentukan sikap politik. "Bagi saya arahan DPP Partai Gerindra menjadi patokan saya selaku kader. Jadi, tidak ada nilai kontroversialnya sama sekali," katanya.

Namun, sebagai kepala daerah, Andi Harun menyebut dirinya tetap harus melihat realitas politik di Samarinda. Menurutnya, partai politik lain yang memenuhi syarat untuk mengusung calon dalam Pilkada mendatang memiliki hak untuk ikut berkontestasi. "Tapi sebagai kepala daerah, saya harus melihat realistis partai-partai lain yang memenuhi syarat untuk bisa maju nanti di Pilkada. Silakan maju, tapi usung politik yang bermartabat dan kualitas Pilkada yang berkualitas," tuturnya.

Ia kembali menekankan pentingnya meninggalkan politik uang dan menggantinya dengan kerja nyata di tengah masyarakat. "Syukur-syukur kalau maju enggak lagi mengandalkan money politics sebagai cara instan untuk memperoleh dukungan dari masyarakat. Caranya apa? Kerja sungguh-sungguh, turun ke masyarakat," ucapnya. Andi Harun menilai politik uang justru berpotensi menciptakan persoalan setelah seorang calon terpilih.

"Kalau mengandalkan money politics, ujung-ujungnya nanti korupsi, ujung-ujungnya nanti penyalahgunaan wewenang. Memang tidak mudah, tapi kita harus mulai bangun itu," pungkasnya. (*)

Editor : Indra Zakaria
Sumber : prokal.co
pilkada samarinda