PROKAL.CO, SAMARINDA — Komisi Pemilihan Umum Provinsi Kalimantan Timur terus memperbarui data pemilih secara berkala untuk memastikan data tetap akurat sekaligus mempersiapkan pelaksanaan pemilu dan pemilihan kepala daerah berikutnya.
Ketua KPU Kaltim Fahmi Idris mengatakan, pemutakhiran data pemilih dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi bagian dari program prioritas KPU RI. Pemutakhiran tersebut dilakukan setiap tiga bulan oleh KPU kabupaten dan kota.
“Dalam setiap tiga bulan sekali KPU kabupaten kota melakukan pemutakhiran berkelanjutan. Jadi data yang masuk dari Kemendagri kita mutakhirkan supaya validasinya semakin valid terkait dengan data pemilih kita,” kata Fahmi saat dikonfirmasi, Kamis (1/10/2026).
Menurut Fahmi, pemutakhiran sejak dini penting agar KPU tidak harus kembali menyusun data pemilih dari awal ketika tahapan pemilu atau pilkada berikutnya dimulai. Data yang telah diperbarui secara berkala nantinya dapat kembali disesuaikan dengan kondisi terbaru sesuai tahapan pemilu.
“Sehingga nanti pada saat pemilu atau pilkada data itu sudah valid. Tinggal kita membereskan atau memutakhirkan kembali, tetapi tidak dari awal karena sudah berjalan proses-proses tersebut,” ujarnya.
Fahmi menjelaskan, pemutakhiran data pemilih merupakan salah satu dari tiga program nasional yang dijalankan KPU secara berkelanjutan. Dua program lainnya adalah sosialisasi dan pendidikan pemilih serta penguatan sistem informasi pemilu. KPU Kaltim, kata dia, juga terus melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada berbagai kelompok masyarakat. Kegiatan tersebut antara lain menyasar komunitas dan lingkungan sekolah.
Salah satu perhatian KPU adalah pemilih pemula, terutama pelajar SMA yang akan memasuki usia sebagai pemilih. “Kita juga melaksanakan sosialisasi di sekolah-sekolah dengan menjadi pembina upacara di masing-masing sekolah,” kata Fahmi.
Menurut dia, pendidikan pemilih diperlukan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai demokrasi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam setiap pelaksanaan pemilu. Fahmi mengatakan, partisipasi masyarakat Kaltim dalam Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 tergolong tinggi. Ia menyebut tingkat partisipasi pemilih mencapai hampir 80 persen.
Ia juga menyebut partisipasi pemilih pada pilkada sebelumnya mengalami peningkatan. Menurut Fahmi, partisipasi yang berada di kisaran 52 persen pada 2018 kemudian meningkat menjadi lebih dari 60 persen.
“Artinya di situ membuktikan bahwa tingkat kedewasaan, tingkat pemahaman demokrasi masyarakat Kaltim itu semakin meningkat,” ujarnya. Fahmi menegaskan, peningkatan partisipasi pemilih tersebut tidak hanya merupakan hasil kerja KPU. Menurut dia, capaian itu merupakan hasil dukungan berbagai pihak dalam penyelenggaraan pemilu dan pilkada.
“Ini bukan saja kerja KPU, tapi kerja semua pihak yang telah men-support dan membantu KPU dalam pelaksanaan pemilu dan pilkada serentak tahun 2024 kemarin,” kata Fahmi. (*)
Editor : Indra ZakariaSumber : prokal.co