Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Tragedi Masjid Umayyah Aleppo: Mahakarya 1.300 Tahun yang Runtuh di Tangan Konflik Modern

Indra Zakaria • 2026-03-16 05:15:00

Masjid Umayyah di Aleppo.
Masjid Umayyah di Aleppo.

 

ALEPPO – Selama lebih dari tiga milenium, Masjid Agung Umayyah di Aleppo berdiri sebagai simbol keagungan arsitektur Islam tertua dan terindah di dunia. Bangunan yang menjadi jantung sejarah Suriah ini dikenal karena desain Umayyah aslinya yang tetap terjaga selama 1.300 tahun, melintasi berbagai zaman dan imperium.

Dalam catatan sejarah yang panjang, masjid ini menunjukkan ketangguhan yang luar biasa. Ia berhasil selamat dari kehancuran masif akibat serangan pasukan Mongol, penyerbuan Bizantium, masa kolonialisme yang brutal, hingga berbagai bencana alam dahsyat seperti gempa bumi dan kebakaran hebat. Selama berabad-abad, menara ikoniknya tetap menjulang, menjadi saksi bisu pasang surut peradaban di tanah Syam.

Masjid Agung Umayyah di Aleppo
Masjid Agung Umayyah di Aleppo

Namun, ketangguhan selama seribu tahun tersebut menemui titik kelam pada tahun 2013. Situs warisan dunia UNESCO ini menjadi sasaran dalam konflik bersenjata yang melibatkan pasukan rezim Assad dan sekutunya. Rentetan tembakan artileri berat dan pemasangan bahan peledak di area sensitif masjid mengakibatkan kerusakan dahsyat yang tak ternilai harganya.

Tragedi paling memilukan terjadi dengan runtuhnya menara bersejarah masjid yang telah berdiri sejak abad ke-11. Kehancuran ini semakin diperparah dengan beredarnya rekaman video yang menunjukkan pasukan milisi di tengah reruntuhan, mengibarkan bendera kelompok mereka dan melontarkan hinaan yang melukai perasaan umat Muslim dunia, khususnya terhadap para sahabat Nabi.

Masjid Agung Umayyah di Aleppo
Masjid Agung Umayyah di Aleppo

Kini, Masjid Umayyah Aleppo bukan lagi sekadar bangunan ibadah, melainkan pengingat tragis tentang bagaimana konflik modern dapat menghancurkan warisan peradaban yang telah dijaga selama belasan abad. Upaya restorasi terus menjadi perbincangan global, meskipun luka sejarah yang ditinggalkan akibat penghancuran sengaja ini akan sulit untuk disembuhkan. (*)

Editor : Indra Zakaria