SAMARINDA - Beredarnya keluhan masyarakat soal banyaknya motor dan mobil mogok setelah mengisi bahan bakar minyak di SPBU, Gubernur Kaltim H Rudy Mas'ud bersama Anggota DPRD Provinsi Kaltim Abdul Giaz dan Adib, manajer regional dari Kilang Pertamina Balikpapan, langsung melakukan pengecekan lapangan.
Pengecekan pertama dilakukan ke SPBU Coco 61.75102 di Jalan Slamet Riyadi. Selanjutnya, pengecekan kedua ke SPBU 64.75109 di Jalan PM Noor. Gubernur Rudy minta dilakukan pengecekan kualitas pertalite dan pertamax. Dua bahan bakar yang paling banyak digunakan dan dikeluhkan masyarakat.
"Merespons keluhan masyarakat, kami langsung lakukan pengecekan lapangan. Kami cek langsung tangki timbun untuk pertalite dan pertamax," kata Gubernur di SPBU Jalan Slamet Riyadi, Sabtu 5 April 2025 dalam rilisnya.
"Semua clear and clean ya. Memang bersih dan tidak terkontaminasi air dan lain-lain," tambah Gubernur.
Pengecekan dilakukan dengan menempelkan pasta air pada tongkat besi panjang, kemudian dicelupkan ke dalam tangki timbun pertalite dan pertamax yang masing-masing berkapasitas 24 KL.
"Kalau BBM ini mengandung air biar setetes saja, tongkat besi yang sudah diberi pasta air ini akan berubah warna menjadi merah. Tapi di sini clear and clean. Aman, bersih," tegasnya.
Sampel yang diambil dari SPBU tersebut juga menunjukkan masih memenuhi standar. Standarisasi 0,70-0,75. Sedangkan di SPBU ini tercatat 0,71. Artinya masih dalam standar.
Namun Gubernur Harum mengaku belum secara persis mendapatkan data tentang berapa banyak kendaraan yang mengalami kerusakan atau brebet setelah mengisi BBM di SPBU .
"Di Kaltim ini ratusan ribu mungkin jutaan kendaraan. Saya belum dapatkan persentase kerusakan akibat BBM ini," kata Gubernur.
Di sisi lain, Gubernur menyarankan agar masyarakat juga secara rutin melakukan pengecekan dan mengganti oli dan filter BBM. Faktor lain yang juga bisa mengakibatkan macet dan brebet adalah banjir. (*)
Editor : Indra Zakaria