Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Menjelajah Jejak Budaya di Samarinda, dari Tenun Khas Hingga Masjid Megah di Tepi Mahakam

Redaksi • 2025-07-23 15:12:54
Islamic Center Samarinda.
Islamic Center Samarinda.

 

Kota Samarinda merupakan ibu kota Kalimantan Timur yang terkenal bukan hanya memiliki geliat industri dan Sungai Mahakam sebagai urat nadi kehidupan masyarakat di kota tersebut.

Dibalik modernisasi, kota ini memiliki kekayaan budaya yang masih kuat berasal dari warisan nenek moyang serta memiliki sentuhan Islam megah yang menjadi peninggalan budaya otentik. Jika kamu ingin berwisata ke kota Samarinda, kamu wajib ke tempat destinasi wisata budaya tersebut. Kira-kira apa aja ya tempatnya? Yuk simak!

• Kampung Tenun Samarinda.

Kampung Tenun Samarinda merupakan salah satu destinasi wisata budaya samarinda yang terletak di daerah Samarinda Seberang. Tempat ini terkenal sebagai jantungnya para pengrajin kain tenun ikat Khas Kalimantan Timur. Kampung ini menjadi tempat pembuatan kain tenun yang memiliki motif rumit serta warna yang mencolok. Proses pembuatan kain ini dilakukan secara manual melalui tangan para ibu-ibu rumah tangga yang memiliki kemahiran teknik pembuatan kain tersebut secara turun menurun dan menjadi warisan keterampilan yang mereka miliki.

Jika kamu pergi ke tempat ini, kamu akan menyaksikan proses tenun tradisional tersebut secara langsung menggunakan alat bukan mesin. Hal tersebut menjadi sebuah pengalaman edukatif dan visual yang langka di era modern saat ini. Pembuatan kain tenun khas Samarinda ini bukan hanya sekedar oleh-oleh melainkan kain tersebut memiliki nilai sejarah, simbol status sosial, dan filosofi kehidupan suku seperti Kutai dan Bugis sebagai identitas budaya kota ini. Bahkan tempat ini sangat terbuka bagi wisatawan yang ingin belajar menenun sebagai pengalaman yang otentik.

• Desa Budaya Pampang.

Desa Budaya Pampang merupakan salah satu destinasi wisata Samarinda yang menjadi pusat pelestarian adat budaya suku Dayak kenyah, terletak sekitare 20 km dari pusat kota.

Tempat ini memiliki daya tarik utama yaitu rumah Lamin yang merupakan rumah adat terbuat dari kayu raksasa serta dihiasi ukiran khas Dayak serta dalam satu rumah tersebut dihuni oleh puluhan keluarga. Selain itu, jika kamu pergi berwisata ketempat tersebut pada hari Minggu, kamu akan disuguhkan pertunjukan seni tradisional seperti tari gong, tari perang, serta atraksi budaya kayak proses pemanjangan telinga masyarakat dayak dan pembuatan tatto tradisional. Masyarakat desa tersebut menggunakan pakaian adat sebagai simbol kebanggan warisan nenek moyang mereka, baik orang tua hingga anak-anak.

Destinasi wisata ini akan menjadi tempat yang unik serta mendapatkan pengalaman baru terhadap kehidupan khas Dayak, kalian akan berinteraksi langsung dengan masyarakat dan akan belajar nilai hidup khas masyarakat tersebut. Kalian juga dapat mencicip kuliner khas dayak seperti tuak manis dan ikan saluang bakar, serta dapat membeli berbagai cenderamata khas Dayak.

• Masjid Islamic Center.

Masjid Islamic Center merupakan salah satu masjid terbesar di Asia Tenggara. Masjid ini memiliki tujuh menara dengan satu menara utama setinggi 99 meter sebagai simbol 99 Asmaul Husna. Masjid ini terinspirasi dari Masjid Hagia Sophia di Turki, sebagai bentuk kejayaan arsitektur Islam modern. Selain sebagai tempat ibadah bagi Muslim, masjid ini terbuka secara umum baik Muslim atau Non-Muslim sebagai dstinasi wisata religi serta budaya.

Masjid ini memiliki interior memukau dan ornamen kaligrafi serta lampu gantung raksasa. Wisatawan dan masyarakat setempatpun dapat menikmati pemandangan senja dari pelantaran masjid yang menghadap langsung ke Sungai Mahakam. Tempat ini akan memberikan penglaman spiritual dan memiliki nilak estetika yang begitu dalam.

Ketiga destinasi wisata tersebut merupakan tempat wisata yang wajib disinggahi sebagai akar ragam budaya serta warisan leluhur yang masih terjaga dan dilestarikan hingga saat ini. Pengalaman ke tempat tersebut, bukan hanya sekedar tempat hiburan tetapi akan memberikan makna serta budaya yang menyentuh hati. (Zahwa Maghfira)

Editor : Indra Zakaria