PROKAL.CO, SAMARINDA – Pembangunan ulang Pasar Pagi Samarinda memasuki tahap akhir. Fisik bangunan sudah siap dipakai, hanya tinggal menunggu uji coba kelistrikan yang dijadwalkan berlangsung dalam 1–2 hari ke depan.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, memastikan seluruh fasilitas publik di kawasan pasar modern tersebut ditanggung penuh oleh pemerintah.
Ia juga menegaskan agar tidak ada pihak yang membebankan biaya tambahan di luar aturan yang berlaku.
“Kecuali pedagang menambah fasilitas sendiri, seperti kipas angin atau dispenser, itu tentu biaya listriknya ditanggung masing-masing. Tapi lampu, eskalator, mushola, toilet, dan ruang publik lainnya semua sudah ditanggung pemerintah,” tegas Marnabas, Jumat (20/9/2025).
Menurutnya, anggaran kelistrikan Pasar Pagi dialokasikan melalui Dinas Perdagangan (Disdag) Samarinda.
Bagi pedagang yang ingin menambah instalasi pribadi, mekanismenya dilakukan dengan pemasangan kWh meter baru.
Sejauh ini, pembangunan Pasar Pagi telah menelan anggaran Rp320 miliar pada tahap pertama.
Sedangkan tahap kedua yang sudah berjalan 65 persen menggunakan dana Rp148,5 miliar. Total, proyek ini menghabiskan biaya Rp468,5 miliar.
Tidak hanya bangunan utama, area parkir juga mendapat perhatian. Kapasitas parkir diproyeksikan mampu menampung 800 motor dan 105 mobil, dengan arus kendaraan yang diatur melalui Jalan Jenderal Sudirman untuk mobil dan Jalan Gajah Mada untuk sepeda motor.
“Persiapan sudah matang. Semua listrik untuk fasilitas publik sudah terpasang. Kami minta dalam 1–2 hari ini harus diuji coba,” jelas Marnabas.
Berdasarkan data 2023, setidaknya 2.500 pedagang akan menempati bangunan baru Pasar Pagi, termasuk pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berdagang (SKTUB) serta lapak yang sebelumnya berada di sepanjang Jalan Tumenggung. (*)
Editor : Indra Zakaria