SAMARINDA – Curah hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda pada Rabu (22/10) siang memicu bencana hidrometeorologi parah, menyebabkan banjir di sejumlah kawasan serta memicu longsor dan pohon tumbang. Berdasarkan laporan terkini dari Pusat Pengendalian dan Operasi (Pusdalops) BPBD Samarinda per pukul 15.00 Wita, setidaknya 14 titik dilaporkan tergenang air dengan ketinggian antara 20 hingga 50 sentimeter.
Dua fasilitas publik utama, yakni Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) dan SMP Negeri 24 di Jalan P. Suryanata, dilaporkan ikut terdampak genangan.
Selain banjir, dampak bencana meluas dengan tercatatnya delapan titik longsor dan empat titik pohon tumbang. Bahkan, satu rumah di Jalan P Antasari mengalami kerusakan serius setelah atapnya terangkat akibat terpaan angin kencang.
Salah satu insiden longsor terparah terjadi di Jalan Wiratama, Kelurahan Sidodadi, di mana longsoran material nyaris menimbun dua warga. Beruntung, kesigapan warga dan relawan di lokasi memungkinkan evakuasi kedua korban dilakukan tepat waktu.
Kabid Kedaruratan dan Logistik (KL) BPBD Samarinda, Edy Susanto, membenarkan bahwa timnya terus memverifikasi laporan dari masyarakat sejak siang hari dan telah menurunkan personel untuk menangani titik-titik prioritas, khususnya longsor, pohon tumbang, dan rumah rusak. “Kami masih mendata seluruh kejadian,” ujarnya.
Faktor Jebolnya Tanggul dan La Nina
Wilayah yang tergenang meliputi Simpang Lembuswana, Jalan DI Panjaitan, Jalan Untung Suropati, Jalan Mugirejo, hingga kawasan Flyover Juanda dan Kadrie Oening. Meskipun sebagian besar genangan mulai surut menjelang sore hari, lalu lintas di beberapa ruas utama masih tersendat akibat kepadatan kendaraan di jam pulang kerja.
Analis Kebencanaan BPBD Samarinda, Hamzah Umar, menjelaskan bahwa curah hujan tinggi menjadi penyebab utama. Ia menambahkan bahwa genangan di beberapa titik seperti Jalan Pramuka dan Kampus Widya Gama Mahakam juga dipicu oleh jebolnya tanggul salah satu perumahan elit di Jalan AW Syahranie. “Tapi sudah dicek dan ditangani petugas di lapangan,” kata Hamzah.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat saat ini Samarinda telah memasuki periode fenomena La Nina, yang ditandai dengan peningkatan intensitas hujan. Hamzah berpesan agar warga di daerah rawan banjir mengamankan barang berharga dan menghindari aktivitas di genangan air.
Hingga sore hari, kondisi di sebagian besar titik telah berangsur normal. BPBD menyatakan tetap menyiagakan personel di lapangan dan terus berkoordinasi dengan stakeholder terkait melalui Pusdalops untuk mengantisipasi potensi hujan kembali pada malam hari. (*)
Editor : Indra Zakaria