SAMARINDA — Setelah fokus pada penyelesaian Pasar Pagi, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda kini mengalihkan perhatian ke Pasar Segiri, pasar tradisional terbesar di Kalimantan Timur, untuk segera direvitalisasi. Penataan ulang ini bertujuan untuk menjadikan pasar lebih tertata, aman, dan nyaman, mengingat peran vitalnya sebagai pusat distribusi utama bahan pokok di Kaltim.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa penyusunan desain revitalisasi sudah hampir tuntas. Konsep pembangunan yang disepakati akan menjadikan Pasar Segiri berlantai dua .
“Sekarang tinggal penyempurnaan. Rencananya, bangunan akan dibuat dua lantai menyesuaikan dengan karakter perdagangan di sana,” ujar Marnabas.
Konsep Dua Lantai untuk Barang Berat
Desain dua lantai ini dipilih secara spesifik untuk mengatasi karakter perdagangan di Pasar Segiri, di mana sebagian besar pedagang menjual bahan pangan berat seperti beras, cabai, dan kebutuhan dapur lainnya.
“Barang-barang berat tidak mungkin dinaikkan ke lantai dua. Jadi konsep dua lantai ini sudah paling pas agar aktivitas jual beli tetap lancar dan memudahkan mobilitas barang,” jelas Marnabas.
Anggaran dan Relokasi
Dari sisi pembiayaan, Pemkot Samarinda memperkirakan anggaran yang dibutuhkan mencapai sekitar Rp257 miliar. Namun, Pemkot berupaya realistis dan menargetkan efisiensi biaya.
“Kami realistis saja. Kalau bisa lebih efisien di kisaran Rp200 miliar, itu sudah cukup,” tambahnya.
Sebelum proyek dimulai, Pemkot menekankan pentingnya pendataan ulang pedagang secara menyeluruh untuk menghindari sengketa dan tumpang tindih data. Setiap blok, lapak, dan nomor kios akan dipetakan secara jelas.
Terkait lokasi relokasi sementara bagi pedagang selama pembangunan berlangsung, Pemkot tengah mengkaji area eks Bandara Temindung. Lokasi tersebut dinilai cukup luas dan strategis. “Kalau disetujui, tempat itu bisa dipakai sementara selama pembangunan berjalan,” pungkasnya. (*)
Editor : Indra Zakaria