Pro Kalimantan Balikpapan Samarinda Bola Daerah Kriminal Bisnis Nasional Lifestyle

Cegah Kecacingan Sejak Dini, Mahasiswa dan Dosen Farmasi UMKT Edukasi PHBS di SD 015 Samarinda Ulu

Redaksi Prokal • 2026-01-26 14:12:38
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan kecacingan pada siswa SD Negeri 015 Samarinda Ulu.
Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan kecacingan pada siswa SD Negeri 015 Samarinda Ulu.

SAMARINDA – Infeksi kecacingan masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang kerap dialami anak usia sekolah dasar, terutama di wilayah dengan sanitasi lingkungan dan perilaku hidup bersih yang belum optimal.

Menyikapi kondisi tersebut, dosen dan mahasiswa Kelompok 1 KKP Tahun 2025, Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebagai upaya pencegahan kecacingan pada siswa SD Negeri 015 Samarinda Ulu.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 2 September 2025 dengan melibatkan siswa kelas VI beserta guru pendamping. Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai penyakit kecacingan, mulai dari cara penularan, dampak terhadap kesehatan, hingga pentingnya penerapan PHBS dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian kegiatan diawali dengan koordinasi antara tim pengabdian dan pihak sekolah guna menentukan waktu pelaksanaan serta kebutuhan kegiatan. Selanjutnya, siswa mengikuti pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal terkait kecacingan dan perilaku hidup bersih.

Edukasi kemudian disampaikan secara interaktif, mencakup pengertian kecacingan, jenis-jenis cacing yang sering menyerang anak-anak, mekanisme penularan, serta dampak kecacingan terhadap pertumbuhan dan prestasi belajar siswa. Penyampaian materi dikemas menarik agar mudah dipahami oleh anak-anak.

Tak hanya teori, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi enam langkah mencuci tangan yang benar sesuai pedoman World Health Organization (WHO). Para siswa diajak mempraktikkan langsung cara mencuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, serta diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kebersihan kuku dan menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan.
Untuk meningkatkan antusiasme, kegiatan diselingi dengan permainan edukatif dan pemutaran video pendek bertema kebersihan diri dan lingkungan. Suasana belajar pun berlangsung aktif dan menyenangkan.

Setelah seluruh rangkaian edukasi selesai, siswa kembali mengikuti post-test sebagai bentuk evaluasi. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan, di mana sebagian besar siswa yang sebelumnya berada pada kategori pengetahuan rendah dan sedang meningkat menjadi kategori pengetahuan tinggi.

Selain itu, hasil observasi juga menunjukkan perubahan perilaku positif, seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kuku, dan menggunakan alas kaki di lingkungan sekolah.
Sebagai bentuk apresiasi dan tindak lanjut, tim pengabdian membagikan leaflet edukatif, suvenir, serta obat cacing kepada para siswa. Guru dan pihak sekolah juga diberikan panduan sederhana untuk melanjutkan pembiasaan PHBS agar perubahan perilaku dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Dosen pembimbing KKP, Ibu Paula Mariana Kustiawan, Ph.D., menegaskan pentingnya edukasi kesehatan sejak dini dalam upaya pencegahan kecacingan. “Melalui kegiatan ini, kami berharap siswa tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Pencegahan kecacingan tidak cukup hanya dengan pemberian obat, tetapi harus dibarengi dengan perubahan perilaku yang konsisten,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran siswa terhadap pentingnya kebersihan diri dan lingkungan semakin meningkat, sehingga mampu mendukung upaya pencegahan kecacingan dan mewujudkan generasi anak sekolah yang sehat dan produktif.(*)

 

Editor : Indra Zakaria
#UMKT